Harga Lahan Bendungan di Takalar Rp 3.000 Permeter, Tim Prabowo-Sandi: Ganti Untung?

Takalar, PANRITA.News – Putusan Kasasi masalah pembebasan lahan bendungan Pammukkulu yang membatalkan putusan pengadilan negeri Takalar memantik beragam reaksi.

Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Tim Prabowo-Sandi Takalar, DR Hj Patmawati, S.Kp., M.Kes, menyatakan wacana ganti untung yang dilontarkan presiden Jokowi beberapa waktu lalu semakin dipertanyakan rakyat.

“Jokowi kan sudah bilang, bahwa semua proyek infrastruktur, pembebasan lahannya dilakukan dengan model Ganti Untung. Lah, sekarang, di proyek Pammukkulu, ada lahan dihargai Rp 3,000,” kata Patma, Rabu (5/2/2019).

Caleg DPR RI dari Gerindra Dapil 1 itu mengaku berharap ketika Pengadilan Takalar memutuskan harga layak bagi warga, pihak BPN Takalar tidak lagi menempuh jalur hukum kasasi.

“PN Takalar sudah memutus harga yang layak sebagai win win solution. Kalau memang Ganti Untung, harusnya sudah tidak ada lagi upaya hukum dari pemerintah. Jika begini, yang mau untung, rakyat atau pemerintah?” tukas Patma yang merupakan akademisi senior di perguruan tinggi kesehatan.

Untuk diketahui, melalui putusan Mahkamah Agung (MA) nomor 3596 K/PDT/2018, majelis hakim yang diketuai Dr H Zahrul Rabain, SH., MH., memutuskan untuk membatalkan seluruh putusan Pengadilan Negeri Takalar nomor 15/Pdt.G/2018/PN Tka.

PN Takalar mengabulkan permohonan warga terdampak pembangunan bendungan terhadap Tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T).

Selain itu, PN Takalar memutuskan harga yang layak bagi pemilik lahan sebesar Rp. 50.000 per meter.

Sayangnya, pihak Tim P2T dan BPN Takalar mengajukan kasasi atas putusan itu, dan hasilnya, Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasi tersebut.

Leave a Reply