Jokowi Menyerang Kubu Lawan di Pilpres, Tjahjo Kumolo Menilai Wajar

Jakarta, PANRITA.News – Calon presiden (capres) 01 Joko Widodo (Jokowi) dalam bebrrpa kesempatan dalam kunjungan kerjanya sebagai presiden, maupun dalam statusnya sebagai capres petahana, melontarkan sejumlah serangan terhadap kubu penantang.

Mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumolo, menilai langkah Jokowi tersebut suatu kewajaran.

“Serangan Pak Jokowi adalah cerminan dari semangat yang terluka karena fitnah kepada beliau selama ini. Tentu dalam suasana semacam itu, tidak perlu lagi defensif (bertahan),” demikian Tjahjo dalam keterangannya, Senin (11/2/2019).

Tjahjo menuturkan, sekitar empat tahun terakhir, Presiden Jokowi mendapat serangan yang asal-asalan tetapi bertubi-tubi. Mulai dari tudingan Jokowi antek asing, kader Partai Komunis Indonesia (PKI), dan lain-lain.

“Jadi, kalau pun sekarang Pak Jokowi mulai bangkit menyerang dalam arti menjawab dan menepis semua isu provokatif dan tendensius, maka hal tersebut adalah wajar dan benar,” ungkap Tjahjo yang sekarang menjabat menteri dalam negeri.

Tjahjo menambahkan, ada idiom yang menyatakan bahwa “pertahanan yang terbaik adalah menyerang”. Hal ini sebagaimana dilakukan dalam permainan catur.

“Ever onward, never retreat atau maju terus pantang mundur,” imbuh Tjahjo.

Tjahjo menyatakan, masyarakat perlu dan wajib mengetahui program yang direncanakan serta dilaksanakan Jokowi.

“Pemerintah Pak Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla akan terus paparkan terus hasil dari kerja nyata,” tegas Tjahjo.

Sebelumnya, Jokowi sudah menjelaskan alasannya melakukan ‘serangan’. Jokowi mengungkap, dirinya banyak diterpa isu negatif selama ini.

“Masak kita empat tahun suruh diam saja. Ya enggaklah. Jadi empat tahun diam, masak suruh neruskan,” ungkap Jokowi di Jakarta, Selasa (5/2/2019).

Leave a Reply