Selain Caleg, KPU Diminta Umumkan Daftar Parpol Terbanyak Kadernya Korupsi

Jakarta,¬†PANRITA.News –¬†Pasca diumumkannya 49 nama calon anggota legislatif (Caleg) yang merupakan mantan narapidana kasus korupsi. Kali ini, Partai Gerindra meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga mengumumkan partai politik (Parpol) yang memiliki kader paling banyak terjerat kasus korupsi.

Diketahui, KPU telah mengumumkan 49 nama caleg yang merupakan mantan koruptor. Dari 49 caleg itu, sembilan nama merupakan caleg DPD, 16 nama caleg DPRD provinsi, dan 24 nama caleg DPRD kabupaten/kota.

Partai Golkar menjadi partai yang paling banyak mengusung caleg eks koruptor dengan delapan nama caleg, disusul Gerindra dengan enam nama caleg, Partai Hanura (lima caleg), Partai Berkarya, PAN dan Partai Demokrat (empat caleg), PKPI, Perindo dan Partai Garuda (dua caleg). Selebihnya, yakni PDIP, PKS, dan PBB masing-masing satu calon.

Politikus Gerindra, Miftah Nur Sabri mengatakan, publik tidak hanya harus mengetahui nama-nama caleg mantan koruptor. Menurutnya, publik juga harus mengetahui partai mana yang kadernya paling banyak terlibat korupsi, setidaknya dalam lima tahun terakhir.

“Mempublikasikan daftar partai-partai, yang mencalonkan narapidana kita umumkan kepada publik juga. Publik juga harus tahu, lima tahun ke belakang partai ini loh yang paling banyak korupsi,” kata Miftah dalam diskusi ‘Menimbang Caleg Eks Koruptor’ di Jakarta, Sabtu (2/2/2019).

Miftah meyakini, jika partai yang paling banyak kadernya terlibat korupsi diumumkan kepada publik tidak akan menguntungkan pemerintah. Hal ini lantaran sebagian besar kepala daerah yang dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus korupsi berasal dari partai koalisi pendukung pemerintah.

“Banyak kita lihat Bupati korupsi, Wali Kota korupsi, Gubernur korupsi itu akan kena kepada koalisi partai pendukung pemerintah,” tandas Miftah.

Leave a Reply