Mahfud MD dan Sejumlah Tokoh Gagas Gerakan Suluh Kebangsaan

Gerakan Suluh Kebangsaan

Gerakan Suluh Kebangsaan

Yogyakarta, PANRITA.News – Sejumlah tokoh yang di antaranya, Mahfud MD bersama putri Gus Dur, Alissa Wahid, rohaniawan Romo Benny Susetyo, dan Budi Kuncoro menggagas gerakan Suluh Kebangsaan.

Gerakan yang diketuai mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD itu rencananya membuat suatu forum diskusi di seluruh Indonesia untuk menumbuhkan kesatuan bangsa.

Seperti dilansir kumparan, Mahfud menjelaskan, gerakan tersebut lahir atas keprihatinan munculnya gejala perpecahan dan saling serang antara anak bangsa hanya karena berbeda pilihan politik.

“Suluh Kebangsaan lahir dari keprihatinan di mana pada satu tahun atau dua tahun terakhir ini kita sebagai anak bangsa yang sadar perlunya kebersatuan dan keberlangsungan hubungan bangsa negara Indonesia ini agak risau. Muncul gejala itu perpecahan dan saling serang menyerang,” kata Mahfud saat mengisi sarahsehan Suluh Kebangsaan di Bale Raos, Kota Yogyakarta, Rabu (9/1).

Mahfud mengatakan, gejala perpecahan dan saling serang itu bermula karena munculnya politik identitas yang berlandaskan SARA.

“Identitas itu sendiri semisal identitas keagamaan bukan hanya antara Islam non-Islam yang saling dibenturkan. Tapi antara orang-orang Islam sendiri saling dibenturkan,” katanya.

“Masing-masing saling klaim saya ini Islam berdasarkan ini, yang satu saya Islam berdasarkan ini, macam-macam. Ini memprihatinkan,” ujar dia.

Tak hanya politik identitas, pada pemilu kali ini juga diperparah dengan maraknya berita bohong atau hoaks.

“Celakanya lagi ini lalu disemarakkan dengan berita hoaks berita bohong yang dikapitalisasi begitu rupa tapi juga diorganisir tampaknya,” ucapnya.

“Bahkan yang kita dengar ada yang bayar juga. Satu kelompok menyiarkan berita ini kemudian disahut oleh yang lain seakan-akan melawan tapi sebenarnya itu memancing agar ramai. Baik yang mendukung atau melawan itu dibayar untuk memecah belah kita,” kata dia.

Untuk melawan politik identitas dan maraknya hoaks itu, Gerakan Suluh Kebangsaan nantinya hadir ke sejumlah daerah dan membuat forum-forum dengan peserta 50-60 orang. Dalam forum itu juga akan dilibatkan tokoh-tokoh setempat seperti rektor, tokoh agama, LSM, dan lain sebagainya.

“Ini kalau dibiarkan enggak bagus tapi kalau kita menumpang program pemerintah kita dicurigai membawa pesan pemerintah.  Kita bikin gerakan Suluh Kebangsaan yang punya sifat politik tapi tidak memaksakan, pilihan politik berbeda silakan. (Mulai) tanggal 23 (Januari) kita jelajah kebangsaan melalui kereta api di setiap stasiun berhenti tokoh lokal diajak berbicara tentang kebangsaan ke seluruh Indonesia,” tutupnya.

Leave a Reply