Makassar, PANRITA.News – Suasana politik di Indonesia jelang Pemilu 2019 makin ‘panas’, terlebih setelah adanya hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos.
Kali ini, 5 nama-nama Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf) dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh seorang ptia kelahiran Ujung Pandang.
Pria yang bernama lengkap Irwin Idrus SH itu resmi melaporkan dari pekerja di Istana Negara hingga pimpinan partai politik, di Mabes Polri dengan nomor penerimaan laporan STTL/023/1/2019/Bareskrim.
1. Ali Mohctar Ngabalin (Tenaga Ahli di Kepala Staf Kepresidenan RI)
2. Ade Irfan Pulungan (Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf)
3. Arya Sinulingga (Jubur TKN Jokowi-Ma’ruf)
4. Guntur Romli (Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf)
5. Hasto Kristiyanto (Sekjen DPP PDIP)
Hal tersebut diungkapkan langsung politisi DPP Partai Demokrat Andi Arief. Menurutnya, laporan itu sudah tepat ditujukan bagi 5 orang tersebut. Andi Arief mengaku, mereka TKN Jokowi-Ma’ruf merupakan kelompok ‘pembunuh’ dan tukang fitnah di Indonesia.
“Tim TKN yang saya laporkan, mereka para “pembunuh” karena telah menfitnah. Semoga Polri bisa bekerja cepat, meski yang sudah2 kalau bukan dari oposisi Poliai tidak ingin memprosesnya,” demikian tulisnya melalui akun twitternya yang benama Andi Arief.
Terpisah, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono menambahkan, sikap Andi Arief tersebut dianggapnya sudah tepat, pasalnya, cuitan Andi Arief itu sudah benar adanya.
“Cuitan yang dilakukan oleh Andi Arief dalam twitter tidak sama sekali meyebarkan berita hoax,” kata aktivis serikat buruh Indonesia itu, saat dihubungi melalui WhatsAppnya, Selasa (8/1/2019).

Comment