Relawan Jokowi Usul Program Nafkahi Janda, Fadli Zon: Janji Kosong Kayak 2014

Jakarta, PANRITA.News – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon merespon usulan program relawan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Kopi Politik Syndicate (KPS), agar negara menggaji petani dan menafkahi janda.

Menurut Fadli, usulan program tersebut hanya akan jadi omong kosong belaka seperti janji pad pada tahun 2014.

“Gagasan-gagasan kayak gini kan biasanya realisasinya kosong, banyak juga janji-janji kayak di 2014 itu kan janji-janji kosong. Mau beli Indosat, mau tidak akan menaikkan harga BBM, itu kan tidak proven ya,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (4/1/2019). 

Sementara itu, Fadli mengatakan sang Ketum, Prabowo Subianto yang jadi penantang Jokowi di 2019, jelas memerhatikan sektor pertanian. Alasannya, di era pemerintahan Jokowi menurut Fadli, nyaris tak ada kesejahteraan bagi para petani. 

“Kalau Pak Prabowo yang jelas akan mengedepankan sektor pertanian sebagai prioritas. Karena ini persoalan kedaulatan pangan. Sekarang kan tidak. Bahkan data pertanian saja salah. Antara produksi dan konsumsi salah,” ujarnya.

“Bahkan kebijakan pemerintahan Jokowi ini sangat menusuk sektor pertanian, terutama melakukan impor beras di saat mau panen. Itu menjatuhkan harga petani. Nilai tukar petani di era Pak Jokowi ini kan turun dan tidak ada kesejahteraan petani. Malah impor makin besar,” lanjut Fadli.

Sebelumnya, Kopi Politik Syndicate (KPS) memberi usul pemerintah memberi gaji untuk para petani dan menafkahi para janda. Soal nafkah untuk janda, disebutkan menjadi penting karena tugas mereka mendidik anak yang merupakan masa depan bangsa. 

“Terutama janda yang tidak mampu, ini adalah bentuk penghargaan pada para ibu dan diatur di agama Islam, untuk memperhatikan janda, anak yatim dan kaum miskin,” kata Direktur Eksekutif KPS, Indra Budiman.

Leave a Reply