Jelang Debat Soal Ekonomi, Ma’ruf Amin: Kita Sudah Punya Nawacita I

Jakarta, PANRITA.News – Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin mengaku siap menghadapi debat kandidat calon presiden dan wakil presiden, termasuk untuk berdebat tentang isu ekonomi.

Hal ini disampaikan Kiai Ma’ruf saat menerima silaturrahim Ketua Umum Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia (IKDMI) KH Hamdan Rasyid beserta pengurusvdi kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (23/12/2018) sore.

“Debat itu kan kita sudah ada tim ya yang membantu, kita kalau ditanya siap apa tidak melakukan debat ya harus siap karena di kita ada timnya yang juga ikut menyiapkan untuk melakukan debat,” katanya.

Ma’ruf mengatakan, konsep ekonomi yang akan diusungnya sudah dijalankan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama ini, sehingga akan menjadi lebih mudah untuk melakukan debat tentang isu-isu ekonomi.

Menurut dia, pihaknya akan memaparkan kelanjutan dari Nawacita I seperti yang sudah disiapkan tim.

“Ekonomi kan konsep kita, buat kita tidak terlalu sulit karena kita itu sudah punya Nawacita I, Nawacita I kan sudah ada dan sudah dieksekusi,” ucap ketua umum MUI ini.

Menurut Ma’ruf, untuk periode selanjutnya dirinya dan Jokowi hanya tinggal memaksimalkan apa yang telah dilakukan selama ini. Tidak hanya di bidang ekonomi, tapi juga di berbagai bidang lainnya.

“Nah Nawacita II itu bagaimana memaksimalkan, maximize, daripada apa yang sudah kita lakukan menyangkut masalah ekonomi, pendidikan, tenaga kerja, hukum, semuanya sudah ada,” katanya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan jadwal debat kandidat calon presiden dan wakil presiden. Debat akan dilaksanakan lima kali.

Debat pertama akan dilakukan pada 17 Januari dan dilanjutkan pada 17 Februari, 17 Maret dan 30 maret. Sementara debat kelima masih belum ditentukan waktu dan tanggalnya.

Sejumlah topik yang akan diangkat dalam debat antara lain adalah Hukum, HAM, Korupsi, Terorisme; Energi dan Pangan, SDA dan lingkungan hidup, infrastruktur; Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial dan Kebudayaan; Ideologi, Pemerintahan, Hankam, Hubungan Internasional; Ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, perdagangan dan industri.

Tinggalkan Komentar