Gubernur Sulsel dan Pejabat Pemprov Kunjungi Perusahaan Perikanan Wajima Project di Jepang

Makassar, PANRITA.News – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) bersama jajaran pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melakukan kunjungan ke Wajima Project di hari ketiga lawatannya ke Jepang, Jumat, (14/12/2018).

Wajima Project merupakan sebuah perusahaan perikanan yang  terintegrasi mulai dari budidaya ikan tuna dan ikan-ikan laut lainnya.

Di Wajima Project inilah ikan Tuna dan ikan yellow tail atau buri’ sejenis ikan kuwe dan pengolahan ikan (cold storage) diproduksi.

Lokasinya berada di Kota Wajima yang bisa ditempuh dengan perjalanan sekitar 1,5 jam menggunakan kendaraan mobil dari Kota Matsuyama ibukota Provinsi Ehime.

“Dan untuk sampai ke lokasi budidaya ikan di laut, kita naik kapal sekitar satu jam,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulsel Sulkaf S. Latief yang ikut mendampingi Nurdin Abdullah.

Menurut Sulkaf, produksi ini bisa dilakukan di Sulsel karena untuk prosessing standar yang digunakan di tempat ini yaitu penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).

“Sedangkan teknologi budidaya laut ini yang akan kita kerjasamakan, karena bulan Januari 2019 Gubernur Ehime bersama 20 pengusaha akan datang ke Sulsel,” katanya.

“Mereka yang datang termasuk pengusaha perikanan yang berkomitmen ingin berinvestasi di Sulsel pada pengembangan perikanan terintegrasi hulu dan hilir” tambah Sulkaf.

Sementara itu, DR Asmi Citra Malina, Dosen FIKP Unhas dan Ketua Masyarakat Aquakultur Sulsel menjelaskan bahwa ikan yang dapat dibudidayakan seperti ikan tuna di keramba jaring apung (KJA) dengan kedalaman 15 meter dan Ikan pacific bluefin tuna (ikan tuna sirip biru pasifik) dipelihara selama 4 tahun. 

Ikan yang dipelihara pada setiap KJA adalah dimulai dengan ukuran 300 gram yang berusia sekitar satu tahun, sebanyak 500 ekor per Karamba.

“Pakan berupa ikan sardin, cumi yang diberi setiap pagi yang diambil dari penyimpanan yang dibekukan,” jelasnya.

Sementara, jumlah per KJA sekitar 3500 ekor untuk ikan yellow tail, dipelihara selama 2,5 tahun, ukuran keramba 12 x 12 meter dengan kedalaman 9 meter.

Usai dari objek perikanan tersebut, rombongan Pemprov Sulsel kemudian mengunjungi pengelolaan rest area atau tempat peristirahatan sementara di negeri Sakura itu.

Tinggalkan Komentar