Bulukumba, PANRITA.News – Syamsul Bahri Majjaga kembali melanjutkan trend sejarah kegilaannya. Kader muda Partai NasDem Kabupaten Bulukumba ini sedang menggodok program konsolidasi restorasi di Kabupaten Bulukumba, khususnya di Dapil 4 (Kajang – Herlang – Bontotiro yang diyakininya dapat dikapitalisasi untuk kemajuan ekonomi di pedesaan.
“Tentu kami menginginkan bahwa, menjadi bagian dari sejarah perjuangan partai NasDem di Kabupaten Bulukumba, maka kami berkewajiban memodali tim kami kemampuan edukasi untuk mengajak warga masyarakat bergabung bersama kami dan menjadi bagian dari Partai NasDem yang mengusung misi restorasi, mereka juga harus memiliki skill dan citra diri sebagai pribadi yang berdaya mandiri,“ Kata Caleg nomor urut 5 ini.
Menurut Syamsul Bahri, dengan memodali tim dengan kemampuan skill tentang sense of belonging yang memiliki suatu perasaaan bersatu serta pemahaman yang relative sama sampai tingkat kepentingan tertentu, maka kehadirannya di tengah-tengah kehidupan sosial akan mampu mengisi ruang kosong yang tidak atau belum di lirik dengan maksimal potensi sumber dayanya.
“Artinya, kehidarannya, harus menjadi pengerak inisiatif atas rasa saling bahu membahu untuk senantiasa saling memotivasi diantara warga masyarakat dalam rangka membantu kinerja para kepala desa dalam memajukan dan menghidupkan kehidupan sosial, budaya dan perekonomian di desanya,” tegas Zul.
“Ke depan Tim bersama warga masyarakat harus bahu – membahu merumuskan “ One village – Five creations“ Sebagai unggulan di desanya masing-masing,“ lanjutnya.
Direktur Aksara Mungku Intermedia Batara ini menambahkan bahwa, sebagai kader partai NasDem yang mengusung visi Restorasi maka pertanggung jawaban moral kita terhadap partai dan masyarakat adalah menerjemahkan politik dalam cita rasa dan empati yang dapat berkonstribusi dalam menumbuhkan relasi yang harmonis secara permanen dalam masyarakat.
“Insya Allah program kampanye berdaya kami lewat “ one village – five creations adalah sebuah proses interaktif dalam menerjemahkan politik, melalui dan diakarkan pada persepsi warga masyarakat, interpretasi, ekspresi dan niatan-niatan yang semuanya tumbuh dan berkembang ditengah tengan kehidupan masyarakat desa,“ harap Zul.
Model kampanye berdaya seperti ini kata Zul, diharapkan oleh pemuda asal Kecamatan Bontotiro ini bisa memberikan efek sosiologis yang berdampak pada terciptanya masyarakat desda yang mandiri dengan potensi dan sumber daya lokal masing-masing di daerahnnya.

Comment