Terungkap, Gadis Difabel Disekap dan Dijadikan Budak Seks di Makassar

Makassar, PANRITA.News – Nasrianto Siadi alias Anto harus diringkus oleh pihak kepolisian setelah terbukti melakukan perbuatan keji terhadap seorang perempuan berinisial NT (26) di Makassar, Sulsel.

Korban adalah gadis difabel yang disekap oleh Anto selama satu bulan, diperkosa, dan kemudian dijual kepada orang lain untuk dijadikan budak seks.

Kasus ini terungkap setelah Timsus Polda Sulsel berhasil menangkap Nasrianto di sebuah lokasi di Makassar pada Minggu (25/11) lalu. Polisi juga berhasil menyelamatkan NT dari tangan korban. Berikut ini fakta yang terungkap soal kejadian tersebut.

NT disekap oleh Nasrianto setelah keduanya bertemu di Jalan Sungai Saddang, Makassar, beberapa waktu lalu. NT pernah menjadi siswa sekolah SLB jurusan desainer di Kota Makassar.

“Korban ini bisu, orangnya tuli, padahal dia anak ranking. Dia bisa desain, karyanya bagus. Jadi, kalau dipaksa disetubuhi pakai bahasa isyarat sama pelaku,” kata Kanit Timsus Polda Sulsel Ipda Arthenius.

“Dia anak ranking ini, anaknya pintar. Dia pernah sekolah di SLB dan karyanya bagus, khususnya desainer pakaian. Tapi diperdaya sama pelaku hingga disekap,” lanjutnya.

Sebelum.ditemukan, morban NT (26) menghilang sejak 20 Oktober lalu di Makassar. Ternyata NT disekap oleh pelaku Nasrianto Siadi selama satu bulan lebih hingga mengalami trauma.

“Kami melakukan asesmen awal terhadap korban karena kita tahu sendiri, korban psikis terganggu selama satu bulan disekap, disandera, dan dipaksa mengisap narkoba sabu,” kata Direktur Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (Perdik) Sulsel Abdul Rahman.

“Kalau kita lihat ini sudah masuk penjualan manusia karena pelaku utama menjual korban,” sambungnya.

Kanit Timsus Polda Sulsel Ipda Arthenius juga menyebut pelaku memaksa korban menggunakan narkoba jenis sabu, termasuk melakukan penganiayaan terhadap korbannya ini. Mulanya pelaku berkenalan dengan korban dari rekannya, S, di sebuah lokasi di Makassar. Tak berselang lama, perkenalan korban dan pelaku berlanjut hingga terjadi penyekapan.

“Awal mula berkenalan dengan korban bersama perempuan S, yang merupakan teman korban, di salah satu tempat di Jalan Sungai Saddang,” kata Arthenius.

Wanita korban penyekapan dan pemerkosaan yang juga dijual dan dipaksa menggunakan narkoba, NT (26), adalah seorang difabel. Pelaku juga menjual korban kepada teman-temannya dan uang hasil memperdagangkan korban digunakan untuk membeli sabu.

“Korban difabel ini kasihan. Dia juga dijual oleh pelaku kepada teman-temannya. Uang hasil memperdagangkan korban dipakai lagi membeli sabu,” kata Kanit Timsus Polda Sulsel Ipda Arthenius.

Arthenius mengatakan, setiap akan diperkosa oleh pelaku NT (26), korban terlebih dahulu dianiaya. Dia menyebutkan korban dan pelaku sama-sama tidak saling kenal sebelumnya.

“Mereka tidak saling kenal sebelumnya. Dia culik tanggal 20 Oktober kemarin saat korban pamit kepada orang tuanya untuk pergi ke mal. Di tengah jalan, dia diculik sama pelaku,” ungkapnya.

NT (26) disekap dan diperkosa oleh Nasrianto Siadi selama satu bulan. Korban juga dijual kepada pria hidung belang seharga Rp 400 ribu hingga Rp 700 ribu.

“Anak saya bilang ‘saya dijual’ pakai bahasa isyarat,” kata ayah korban, Agus, saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Dia mengatakan, saat berada dalam penguasaan pelaku, anaknya terus dicekoki narkoba. Bahkan kadang kala NT dipaksa mengkonsumsi barang haram itu.

“Itu anak saya juga bilang dijual sama ini orang dengan harga Rp 400 dan Rp 700 ribu. Uangnya dipakai beli narkoba lagi,” ujarnya.

NT adalah anak ketiga dari sembilan bersaudara. Selama dalam penguasaan pelaku, handphone milik NT pun dipegang pelaku. Hingga pada suatu waktu, saat pelaku tengah tertidur, NT mengambil handphone miliknya dan menelpon saudaranya untuk meminta pertolongan.

Tinggalkan Komentar