Soal Dana Kemah Pemuda, Pengamat: Kalau Mau Adil, Yaqut Cholil Qaumas Juga Harus Dipanggil Polisi

Jakarta, PANRITA.News – Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak selesai diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penyimpangan dana apel dan kemah pemuda Islam pada tahun 2017, Jumat (23/11/2018).

Menanggapi hal itu, pengamat politik, Muslim Arbi mengatakan bahwa polisi harusnya meminta keterangan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qaumas terkait kemah pemuda Islam yang kegiataannya kerja sama dengan Pemuda Muhammadiyah serta dananya dari Kemenpora.

“Kalau mau adil Yaqut Cholil Qaumas juga harus dipanggil polisi. Yang ditanyakan polisi itu dana kegiatan kemah pemuda Islam pelaksannya Pemuda Muhammadiyah-GP Ansor yang dananya dari Kemenpora,” kata pengamat politik Muslim Arbi dalam suaranasional, Sabtu (24/11).

Bagi Muslim, selama ini pemberitaan di media massa hanya menyoroti Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Padahal kegiatan kemah itu kerja sama Pemuda Muhammadiyah-Ansor,” tambah Muslim.

Oleh karena kejanggalan tersebut, Muslim menduga ada unsur politik dari pemanggilan Dahnil oleh aparat kepolisian terkait dana Kemenpora untuk kemah pemuda.

“Terlebih lagi saat ini Dahnil menjadi tim pemenangan Prabowo-Sandi,” ungkap Muslim.

Apel dan Kemah Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia digagas oleh Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) dan GP Ansor. Acara itu diadakan pada 16-17 Desember 2017 di area Candi Prambanan, Yogyakarta.

Acara yang bertema ‘Pemuda Hebat Jaga Bumi’ ini diikuti sekitar 20 ribu dari Kokam, GP Ansor, Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) dan organisasi kepemudaan lainnya. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Kemenpora.

Tinggalkan Komentar