Melalui Bedah Film, Lapenmi Memantik Kesadaran Kritis Mahasiswa

Gowa, PANRITA.News – Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (LAPENMI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah Dan Keguruan Cabang Gowa Raya kembali menggelar Bedah Film.

Sama dengan film-film sebelumnya yang bertemakan pendidikan, kali ini Lapenmi menyajikan film yang berjudul “Accepted” di Sekretariat HMI Komisariat Tarbiyah, Sabtu (17/11/2018).

Direktur Lapenmi, Asy’Ari pada sesi diskusi mengungkapkan bahwa pesan dari film adalah pendidikan itu mestilah membebaskan dan memerdekakan manusia bukan malah mengekang dan mematikan kreatifitas seorang peserta didik.

“Pendidikan itu haruslah membebaskan dan memerdekakan, bukan malah memperbodoh dan mengekang kebebasan manusia. Kalau ada pendidikan yang mengekang manusia itu bukanlah pendidikan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ari sapaan akrabnya menyampaikan bahwa seseorang itu dalam menempuh pendidikannya, perlu melihat kodrat dan minat masing masing-masing peserta didik.

“Manusia itu dalam memilih pendidikannya harus melihat kodratnya masing-masing. Ini juga disebutkan dalam bab 3 Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI bahwa manusia yang bebas itu adalah manusia yang bebas memilih tindakan sesuai dengan kodratnya,” lanjutnya.

Sementara itu salah seorang kader yang ikut nobar pada kesempatan itu, Asrianto menyampaikan pendapatnya tentang film tersebut, bahwa film ini adalah salah satu kritikan terhadap pendidikan yang ada saat ini.

“Film ini meskipun berlatar budaya barat tapi pesan yang bisa diambil begitu banyak, salah satunya adalah film ini sebenarnya bagi saya suatu kritik bagi pendidikan yang selama ini tidak memperhatikan minat dan bakat mahasiswa, pendidikan hanya sekedar formalitas dan komoditas bagi Negara”, ujarnya.

Diketahui, Kegiatan nobar yang banyak bertemakan pendidikan rutin dilaksanakan setiap pekannya.

Olehnya itu Pengurus Lapenmi berharap bagi setiap kader HMI lebih khusus lagi kader HMI yang baru mengikuti basic Training datang ke Sekretariat, dan menjadikan Sekretariat ini sebagai universitas kedua yang menyadarkan tentang pentingnya pendidikan yang membebaskan.

Leave a Reply