Jokowi Sebut Masih Ada 6% Masyarakat Percaya Dirinya PKI

Bandung, PANRITA.News – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi isu yang sempat menyebut dirinya sebagai bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

Hal itu diungkapkan Jokowi pada saat penerimaan Gelar Pini Sepuh Paguyuban Pasundan di Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/11/2018). Dalam kegiatan tersebut, Jokowi menyebutkan bahwa hingga kini, masih ada masyarakat yang hingga saat ini percaya ia sebagai bagian dari PKI.

“Sampai sekarang masih ada 6 persen masyarakat di Indonesia percaya saya itu PKI. Padahal saya lahir tahun 61 lalu, PKI itu dibubarkan 65 atau 66. Saya baru 6 tahun. Enggak ada PKI balita,” ujar Jokowi dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Jokowi menegaskan dirinya juga bukan keturunan dari keluarga PKI.

“Lalu dilempar lagi ke kakek dan nenek saya. Orang tua saya, coba tanya ke masjid dekat rumah saya, ada LDII, NU, Muhammadiyah ada di Solo,” sambung Jokowi.

Jokowi kembali menegaskan, ia berasal dari keluarga Muslim. Namun, menurutnya, banyak orang yang berpikir Jokowi selalu memusuhi Islam.

“Keluarga saya muslim, kakek nenek saya muslim, bapak, ibu saya muslim, dan saya muslim. Saya selama ini diam tapi terus di media sosial terus-terusan. Ya sudah. Kayak contoh foto saya dekat DN Aidit. Kalau fitnah seperti ini tak dijawab nanti jadi sebuah kebenaran,” ungkapnya.

Oleh sebab itu Jokowi mengajak masyarakat hijrah dari pesimisme jadi optimisme. Jokowi menyebut, PKI dan komunisme merupakan sesuatu yang dilarang di Indonesia. Hal ini berdasarkan Tap MPRS Nomor XXV Tahun 1966.

“Ini perlu saya jawab, jadi saya kaget juga di dalam survei masih 6 persen percaya saya PKI. Sehingga saya ngomong. Kalau enggak ngomong berbahaya sekali. 6 persen itu 9 juta,” tutur Jokowi.

“Karena Tap MPRnya ada. Payung hukum ada tak perlu diperdebatkan lagi. Sudah jelas,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar