Balitbangkes Punya Laboratorium Berstandar Internasional Untuk Tangkal Flu Burung

Jakarta, PANRITA.News – Dalam rangka menangani ancaman pandemi yang tinggi seperti flu burung, pihak peneliti melakukan penerapan standar laboratorium skala nasional dan internasional yang memenuhi kriteria keamanan kesehatan.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Dr Siswanto, saat ditemui di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Menurutnya, pihak Balitbangkes memiliki laboratorium khusus untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Kita punya sekitar 4 Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) yang memiliki kemampuan untuk memeriksa new emerging disease, baik itu terhadap flu burung atau ancaman penyakit lama yang bergejolak kembali atau re-emerging disease,” katanya, Rabu (7/11/2018).

Laboratorium yang digunakan untuk pemeriksaan potensi pandemi flu burung disebut dengan laboratorium infeksi yang telah memiliki standar penanganan dan kemampuan menangani dan mendeteksi secara cepat dan tepat.

“Secara umum memang artinya ada beberapa agent yang harus diperiksa terutama flu burung dan dugaan MERS COV. Jadi ke depan memang kita akan memperkuat laboratorium. Jadi sekarang kapasitas kita untuk melakukan pemeriksaan yang menjadi jejaring dengan Litbang itu ada BBLK di Makassar, Surabaya, Palembang dan Jakarta,” lanjutnya.

Penanganan dari wabah penyakit khususnya yang berpotensi pandemi seperti flu burung membutuhkan penanganan minimal dari dua aspek. Adanya komunikasi yang baik dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian diharapkan bisa mampu mencegah penularan dan penyebarannya.

“Untuk kasus flu burung kan one health, manusianya diperiksa, hewannya juga diperiksa. Kita sudah punya jalur komunikasi, unggas yang terkena infeksi dikomunikasikan dengan tenaga kesehatan dan sebaliknya,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar