Pekanbaru, PANRITA.News – Peredaran narkoba di Indonesia, seolah tak bisa dihentikan. Kali ini, peredaran narkoba kelas kiloan kembali diungkap Polda Riau.
Polda Riau menangkap dua orang tersangka inisial RA dan FZ dengan barang bukti kepemilikan 25 kg sabu dan 50 ribu butir ekstasi.
“Barang bukti ini diamankan dari dua tersangka dengan jaringan yang berbeda. Satu tersangka pertama 5 Kg sabu, tersangka kedua 20 kg sabu dan 50 ribu ekstasi,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Haryono dalam laman detik.com, Kamis (25/10/2018).
Haryono mengungkapkan bahwa RA ditangkap di Kota Dumai dengan barang bukti 5 kg sabu. RA diperintahkan oleh sindikatnya mengambil sabu di pelabuhan tikus.
“Memakai jaringan terputus, RA disuruh seseorang mengambil barang bukti di pelabuhan tikus. Tidak ada orang di lokasi tersebut, terkecuali RA, saat itu kita tangkap,” kata Haryono.
Adapun tersangka lain, FZ, ditangkap pada 15 Oktober 2018 lalu. Awalnya, FZ berangkat dari Medan menuju Pekanbaru dengan mobil toyota Camry warna hitam nopol B 8989 DV.
“Sampai di Pekanbaru, dia dihubungi seseorang untuk meletakkan mobilnya di terminas bus AKAP,” tambah Haryono.
Setelah menyerahkan mobilnya ke jaringan narkoba, FZ dibawa seseorang untuk berkeliling dengan sepeda motor.
“Setelah mobil dibawa ternyata diisi narkoba jenis sabu 20 kg dan 50 ribu ekstasi yang diletakan di bagian bagasi belakang mobil tersebut. Selanjutnya seseorang menghubungi FZ untuk menjemputnya,” kata Haryono.
Wadir Narkoba Polda Riau, AKBP Andri Sudarmadi menambahkan bahwa gelagat FZ menunjukkan bahwa dirinya mengetahui sedang dibuntuti polisi. Dia tidak jadi mengambil mobilnya dan kabur ke Medan.
Polisi pun menyusul dan melacak keberadaan pelaku. Akhirnya, FZ dibekuk ke esokan harinya.
“Dari Medan tersangka kita bawa ke Pekanbaru. FZ rencananya akan membawa barang bukti tersebut ke Jakarta yang akan diterima oleh seseorang,” kata Andri.
Lebih lanjut Andri mengungkapkan bahwa FZ bukan kurir. Tersangka itu diduga sebagai pengendali peredaran narkoba.
“Kita masih kembangkan kasus ini, untuk mengungkap jaringan lainnya,” imbuhnya.

Comment