Jakarta, PANRITA.News – Insiden penolakan pelaksanaan Sedekah Laut yang sedianya digelar pada Sabtu siang (13/10/2018) lalu di Pantai Baru, Dusun Ngentak, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta berbuntut panjang.
Menurut saksi mata dari Warga Pantai Baru Tuwuh di malam sebelum pelaksanaan, Jumat, (12/10/2018), kisaran pukul 23.40 WIB, puluhan orang dengan menggunakan dua unit mobil, satu mobil ambulans dan sejumlah motor dan menggunakan cadar mendatangi Pantai Baru, tempat akandigelarnya tradisi budaya Sedekah Laut tersebut. Sesampai di lokasi, kelompok massa yang menggunakan cadar tersebut langsung melakukan perusakan penjor, memecah kaca meja, dan mengobrak-abrik kursi yang siapkan untuk tamu.
Buntut dari insiden tersebut, Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas menganggap bahwa para pelaku adalah orang sakit jiwa. Selain itu, ia juga menganggap perilaku semacam itu mirip dengan kelakuan ISIS dan Thaliban.
“Ini orang sakit jiwa. Perilakunya persis yang dilakukan ISIS atau Thaliban, di tempat di mana mereka duduki,” singkat Yaqut melalui laman VIVA.co.id di Jakarta, Selasa (16/10/2018).
Yaqut menambahkan bahwa kelompok organisasi itu menghancurkan situs-situs sejarah dan menghilangkan ritus-ritus yang mengakomodasi adat istiadat.
“Mereka bilang purifikasi agama, tetapi justru merusak substansi beragama,” tambahnya.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, Yaqut meminta pihak kepolisian untuk menindak tegas para pelaku perusakan kegiatan Sedekah laut di Yogyakarta itu.
“Polisi harus bertindak, masyarakat tidak boleh diam,” tutup Yaqut.

Comment