Jakarta, PANRITA.News – Pekerjaan berat menanti pemerintah hingga tiga pekan pascagempa Palu-Sigi-Donggala. Terutama dalam upaya pemulihan dan pemenuhan kebutuhan mendasar bagi para korban pengungsian seperti pengadaan hunian sementara. Kepala Satgas Kementerian PUPR untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa Palu-Sigi-Donggala, Arie Setiadi Murwanto, menargetkan pembangunan hunian sementara (Huntara) di Provinsi Sulawesi Tengah rampung dua bulan ke depan.
“Sesuai target yang diberikan Wapres Jusuf Kalla,” kata Arie dalam rapat bersama Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, bersama instansi terkait lainnya di Palu, Senin (15/10/2018).
Dalam lansiran liputan6.com dari Antara, pembangunan Huntara tersebut diperuntukan bagi masyarakat yang kehilangan rumah, serta korban gempa yang lokasi rumahnya tidak mungkin dibangun perumahan lagi.
Adapun penggunaan Huntara tersebut diperkirakan dapat digunakan selama dua tahun. Huntara itu terdiri dari hunian, sekolah darurat, pusat kesehatan masyarakat, tempat ibadah, koperasi, aula, sumber air bersih, penerangan jalan kawasan, tempat pembuangan akhir (TPA), ruang terbuka publik, sirkulasi kendaraan hingga jalur evakuasi dan titik kumpul. Lokasi pembangunan Huntara ini antara lain di Kelurahan Duyu, Pengawu, Silae, Tipo, Buluri, Watusampu, Petobo, Kawatuna, Talise Valaguni.
Arie berharap kepada pihak swasta untuk ikut serta mengambil peran dalam membangun Huntara di Sulteng itu.
Menanggapi rencana pemerintah pusat tersebut, Gubernur Suteng Longki Djanggola mengharapkan pembangunan Huntara dapat lebih cepat dilaksanakan agar masyarakat yang saat ini mengungsi di tenda darurat, dapat menempati Huntara untuk sementara waktu, sambil menunggu pembangunan hunian tetap.
Selain itu, Gubernur juga meminta pembangunan Huntara hanya satu model saja agar seluruh masyarakat merasakan perlakuan yang sama.
“Saya mengucapkan terimakasih atas bantuan semua pihak yang telah bersedia membangun Huntara untuk masyarakat pengungsi,” harap gubernur Sulteng.

Comment