Sandiaga Bantu Korban Gempa Lombok Rp 2,3 Miliar

Lombok, PANRITA.News – Anggota Komisi XI DPR dapil NTB dari Fraksi Gerindra, Wilgo Zaenar, mendampingi kunjungan Sandiaga Uno ke sejumlah lokasi gempa di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Timur pada Rabu (15/8).

Wilgo menyampaikan, penderitaan warga Lombok membuat Sandi tergugah untuk ikut membantu meringankan beban warga terdampak gempa di Lombok.

“Bang Sandi kasih bantuan sekitar Rp 2,3 miliar untuk korban terdampak gempa di Lombok dari uang pribadinya,” ujarnya saat mendampingi Sandiaga meninjau posko pengungsian di SDN 2 Kekait di Dusun Wadon, Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Rabu (15/8).

Wilgo menyampaikan, Sandiaga juga memintanya untuk menginventarisir kerusakan sejumlah bangunan yang ada di Kekait, dan juga wilayah lain di Pulau Lombok. Salah satu yang Sandi soroti ialah rusaknya Masjid Al Abrar yang menjadi tempat ibadah warga di Dusun Wadon. Kerusakan masjid membuat warga kini beribadah di tempat terbuka dengan sarana seadanya.

“Secara spontan Sandi sampaikan kita juga akan inventarisasi, nanti akan buat sebuah tim untuk penggalangan karena bukan hanya di sana tapi beberapa titik,” lanjutnya.

Wilgo juga mendorong pemerintah pusat mengambil sikap untuk menerbitkan status bencana nasional untuk gempa Lombok. Hal ini ia katakan mengingat besarnya jumlah korban dan juga kerusakan yang begitu masif. Ketiadaan status bencana nasional, kata dia, menyulitkan bantuan dari internasional yang hendak masuk ke Lombok.

“Banyak NGO internaisonal ingin bantu tapi karena regulasi belum dimungkinkan, harapan kita gempa Lombok itu jadi bencana nasional sehingga porsi APBN bisa lebih besar dan NGO internasional bisa masuk,” kata dia.

Apabila tidak ditetapkan status bencana nasional, Wilgo meminta adanya kebijakan khusus dari pemerintah agar NGO internasional diperbolehkan masuk membantu korban gempa di Lombok.

“Dari sektor keuangan juga kalau bisa ada kebijakan agar dana desa dipakai untuk recovery. Saya kira ini perlu kebijakan khusus baik dari pemerintah pusat,” ucap Wilgo.

Sebelumnya, Sandiaga Uno mengatakan perlu penanganan yang maksimal terhadap korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Termasuk jika ada wacana tentang status bencana nasional untuk gempa Lombok.

Hal ini ia katakan saat meninjau korban gempa di Lombok Barat, pada Rabu (15/8). Kepada dia, Gubernur NTB terpilih, Zulkieflimansyah, menyampaikan sejumlah perkembangan tentang kondisi warga terdampak gempa.

“Saya tadi berdiskusi dengan gubernur terpilih, ada pemikiran (bencana nasional) karena terdampak luar biasa, bangunan rusak, dan ekskalasi,” ujar Sandiaga saat meninjau posko pengungsian di SDN 2 Kekait, Kecamatan Gunungsari, Lobar, NTB, Rabu (15/8).

Dalam perbincangan tersebut, Zulkieflimansyah menyampaikan kepada dia tentang adanya pemikiran gempa Lombok menjadi bencana nasional dan perlunya ada badan khusus dari pemerintah pusat untuk penanganan bencana ini.

Sumber: Republika |