Terpidana Narkoba Bulukumba Meninggal, Kapolres Lepas Tangan

Bulukumba, PANRITA.News - Kabar bahwa seorang terpidana narkoba Bulukumba meninggal, Adil Jainuddin alias Abu bin Jainuddin (43) pada Senin (16/1/2018) lalu.Kematian terpidana narkoba ini diduga akibat timah panas polisi yang menerjang pinggangnya pada 26 November 2017 lalu.Menanggapi hal tersebut, Kapolres Bulukumba, AKBP M Anggi Naulifar Siregar menerangkan bahwa kematian terpidana narkoba (Abu) bukan lagi tanggung jawab atau kesalahan dari Polres Bulukumba karena terpidana mati tersebut merupakan DPO kejaksaan.

"Bagaimana meninggalnya, ya bukan ranah polisi lagi. Kan sudah diserahkan ke jaksa," kata Anggi, seperti dikutip kabar.news, Jumat (19/1/2018).

Anggi menjelaskan, Abu merupakan tahanan Kejaksaan yang telah melarikan diri setelah vonis di persidangan. Kaburnya terpidana narkoba tersebut sehingga pihak kejaksaan meminta bantuan kepada pihak kepolisian sehingga dilakukan pencarian.Abu merupakan DPO Kejari Bulukumba, dengan Nomor: 15/R.4.22/Euh.2/06/2017 Tanggal 07 Juni 2017. Pencarian dilakukan hingga berbulan-bulan lamanya dan berhasil diringkus pada tanggal 26 November 2017 lalu.

"Saat penangkapan, penembakan dilakukan karena mencoba melawan dan membahayakan anggota. Setelah itu kami bawa ke Rumah Sakit untuk di berikan perawatan medis lalu kami serahkan ke jaksa," jelas Anggi.

Bulukumba, PANRITA.News – Kabar bahwa seorang terpidana narkoba Bulukumba meninggal, Adil Jainuddin alias Abu bin Jainuddin (43) pada Senin (16/1/2018) lalu.

Kematian terpidana narkoba ini diduga akibat timah panas polisi yang menerjang pinggangnya pada 26 November 2017 lalu.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Bulukumba, AKBP M Anggi Naulifar Siregar menerangkan bahwa kematian terpidana narkoba (Abu) bukan lagi tanggung jawab atau kesalahan dari Polres Bulukumba karena terpidana mati tersebut merupakan DPO kejaksaan.

“Bagaimana meninggalnya, ya bukan ranah polisi lagi. Kan sudah diserahkan ke jaksa,” kata Anggi, seperti dikutip kabar.news, Jumat (19/1/2018).

Anggi menjelaskan, Abu merupakan tahanan Kejaksaan yang telah melarikan diri setelah vonis di persidangan. Kaburnya terpidana narkoba tersebut sehingga pihak kejaksaan meminta bantuan kepada pihak kepolisian sehingga dilakukan pencarian.

Abu merupakan DPO Kejari Bulukumba, dengan Nomor: 15/R.4.22/Euh.2/06/2017 Tanggal 07 Juni 2017. Pencarian dilakukan hingga berbulan-bulan lamanya dan berhasil diringkus pada tanggal 26 November 2017 lalu.

“Saat penangkapan, penembakan dilakukan karena mencoba melawan dan membahayakan anggota. Setelah itu kami bawa ke Rumah Sakit untuk di berikan perawatan medis lalu kami serahkan ke jaksa,” jelas Anggi.

Tinggalkan Komentar