Jakarta, PANRITA.News — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo tengah disorot terkait dengan isu mutasi pegawai di lingkungan Kementerian PU buntut dari bocornya surat internal kementerian. Namun demikian, Dody telah menepis kabar tersebut.
Sebab, mutasi merupakan hal yang lazim dilakukan dalam organisasi besar dan tidak berkaitan dengan isu yang beredar.
Dody mengklaim mutasi ASN di kementeriannya sebagai hal “biasa saja”, dan penyegaran jabatan dikaitkan dengan temuan transaksi judi online dan absensi.
Ia pun membantah mutasi ASN ini berkaitan dengan bocornya surat perjalanan dinasnya ke AS.
“Enggak ada. Orang pegawai gue 38.600, masa enggak boleh mutasi,” katanya pada Kamis (16/07/2026).
Dalam kesempatan yang sama, politikus Partai Demokrat ini juga membuka sayembara umrah sekeluarga bagi orang yang bisa membuktikan keponakannya masuk sebagai komisaris sebuah BUMN.
Direktur Eksekutif The Indonesian Institute (TII), Adinda Tenriangke Muchtar menyoroti gaya komunikasi Menteri Dody kepada wartawan. Menurutnya, seluruh respons atas tuduhan kepadanya terkesan defensif dan arogan.
“Menurut saya, dibandingkan mencoba menjelaskan konteks transparansi dan akuntabilitas, misalnya dia menjelaskan memang dibutuhkan mutasi ini, karena beliau punya kompetensi memberikan informasi yang layak,” kata Adinda dikutip Jumat (17/07/2026).
Adinda bilang, penjelasan yang dangkal dari pejabat publik justru membuat coreng di pemerintahan semakin bertambah dengan komunikasi yang buruk.
“Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, pejabat publik ditantang melakukan pembuktian terbalik atas isu yang beredar. Kalau cuma asal jawab, justru nampak arogan dan sewenang-wenang, kata Adinda.
“Ayo buktikan. Bukannya itu harusnya pembuktian terbalik ya kalau menurut saya kan kita punya Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik. Menteri itu digaji 100% kan uang publik,” katanya.
Deretan Polemik Dody
Perjalanan ke AS: Dokumen rencana perjalanan dinas Menteri PU, Dody Hanggodo ke New York, AS bocor di media sosial. Warganet menyoroti istri dan anaknya yang ikut tercantum dalam surat bertanggal 29 Juni 2026.
Dody dijadwalkan menghadiri High Level Meeting of the United Nations General Assembly on the Midterm Review of the New Urban Agenda pada 13-19 Juli di AS.
Surat perjalanan dinas yang bocor ini bersirkulasi di media sosial mulai pekan pertama Juli.
Dalam sejumlah unggahan, komentar warganet mengaitkan perjalanan dinas Menteri Dody sekeluarga ini dengan perhelatan Piala Dunia apa yang disebut aji mumpung.
Lainnya, mempertanyakan apakah perjalanan ini menggunakan duit pribadi atau negara.
Keterangan gambar,Menteri PU Dody Hanggodo memilih meninjau jembatan Enang-Enang di Aceh dibandingkan perjalanan dinas ke AS setelah beritanya ramai di media sosial.
Mutasi ASN: Beberapa hari berselang polemik perjalanan dinas keluarga Dody yang berakhir pembatalan, media sosial kembali bergejolak. Kali ini isunya soal mutasi ASN senior di lingkungan Kementerian PU.
Sejumlah akun di media sosial mengaitkan mutasi ASN sebagai hukuman atas bocornya dokumen rencana perjalanan dinas Menteri PU Dody Hanggodo dan keluarga.
Hal ini dibantah Dody. Dalam keterangan kepada media, Dody mengaku perombakan jabatan dan mutasi di kementeriannya sebagai penyegaran struktural yang lazim dilakukan.
Di samping itu, ia mengklaim menerima laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) soal ribuan ASN Kementeria PU yang terlibat judi online dan praktik curang absensi elektronik.
Keponakan Jadi Komisaris: Isu ini juga ramai diperbincangkan di sosial media. Tapi hal ini pun dibantah Dody seraya membuka sayembara, bagi pihak yang bisa membuktikannya akan dihadiahi umrah sekeluarga.

Comment