Depok, PANRITA.News – Dua warga Depok yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona sempat berobat ke RS Mitra Keluarga Depok.
Usai menangani pasien tersebut, 73 tenaga medis di RS Mitra Depok dirumahkan akibat diduga pernah berinteraksi dengan dua warga itu.
Salah satu warga Depok yang terkonfirmasi positif virus corona tersebut diketahui dua kali berkunjung ke RS Mitra Keluarga Depok pada akhir Februari 2020 lalu.
Para petugas medis Rumah Sakit tersebut pun terpaksa dirumahkan usai menangani pasien terjangkit virus corona.
Sekretaris Daerah Kota Depok, Hardiono menuturkan total yang didata mencapai 73 orang petugas medis. 40 di antaranya menunjukkan gejala batuk pilek dan demam, sedangkan tanpa gejala 33 orang.
“Kemudian ada keluarga dari petugas medis Rumah Sakit Mitra satu orang,” ujarnya.
Sementara Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad menyampaikan pihak rumah sakit merumahkan para tenaga medis itu untuk menghindari kontak dengan yang lain.
“Dikhawatirkan oleh pihak RS, karena puluhan petugas ini yang berinteraksi mengobati mendampingi si pasien sementara dirumahkan agar tidak terjangkit ke yang lain,” kata Idris kepada wartawan di Balai Kota, Depok, Senin (2/3/2020).
“Tenaga medis yang berinteraksi, dikhawatirkan, karena mereka berinteraksi. Itu dihitung semua, mereka semua dirumahkan,” sambung Idris.
Seperti diketahui, dua warga Depok dinyatakan positif kena virus Corona. Salah satu korban berusia 31 tahun terinfeksi virus Corona setelah terlibat kontak langsung dengan WN Jepang saat dansa di sebuah klub, ‘Paloma’.
Korban tersebut secara tidak sengaja menularkan virus Corona kepada ibunya. Keduanya kemudian sempat berobat ke RS Mitra Keluarga Depok.
Saat ini kedua korban masih ditangani di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Comment