Mahasiswa STMIK Akba Makassar Kembali Gelar Aksi Tolak SK DO

Mahasiswa STMIK Akba Kembali Menggelar Aksi Demonstrasi di Malam Hari Menolak Surat Keputusan DO

Mahasiswa STMIK Akba Kembali Menggelar Aksi Demonstrasi di Malam Hari Menolak Surat Keputusan DO

Makassar, PANRITA.News — Puluhan Mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Akba Makassar kembali berbondong-berbondong menggelar aksi demonstrasi di halaman kampusnya, Sabtu (14/12/2019) malam.

Sekitar Pukul 21:12 Wita, berkisar tiga puluhan mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan “Matinya Demokrasi Kampus STIMIK Akba Makassar” sebagai protes tehadap kebijakan kampus.

Pembentangan spanduk itu adalah penandatanganan petisi dukungan kepada sebelas mahasiswa yang di Drop Out (DO).

Menurut pernyataan dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa STIMIK Akba, dirinya sangat menyayangkan sikap kampus yang mengeluarkan SK DO yang secara sepihak dan tidak sesuai prosedural.

“Kami tidak terima dengan SK DO, karena sangat tidak mendasar sekali dan juga cacat prosedural,” jelas Misbahuddin.

Misbahuddin juga mengkritisi soal SK DO tersebut. Menurutnya, dalam SK DO yang dikeluarkan oleh pihak kampus melalui Wakil Ketua (WaKa) III Bagian Kemahasiswaan tidak tertera perihal pelanggaran yang telah dilakukan oleh mahasiswa.

“Sampai saat ini kami tidak tau dasar pertimbangan pihak kampus mengeluarkan SK DO, kami menginap di kampus juga sebagai bentuk sikap menolak pelarangan jam malam, makanya sampai saat ini kami terus bertanya-tanya soal dasar dikeluarkannya SK DO tersebut,” Misbahuddin.

Aksi yang berlangsung ini diduga mendapat intervensi oleh aparat kepolisian yang berada di kampus atas dasar instruksi Pimpinan kampus.

“Dalam kondisi cuaca hujan mahasiswa dipaksa keluar dan ketua STMIK tidak mau menemui mahasiswanya untuk berdialog, polisi juga ikut menyuruh mahasiswa untuk pulang, katanya perintah dari Ketua STIMIK Akba,” Misbahuddin.

Diketahui, kondisi kampus terjadi pemadaman lampu dan pengusiran mahasiswa dari dalam kampus, sekitar pukul 22:19 Wita.

Belasan aparat kepolisian berseragam lengkap serta beberapa berpakaian sepeti layaknya preman terlibat dalam pengusiran ini dan berhak jaga di dalam kampus.

Menilai keterlibatan aparat kepolisian dalam menangani aksi mahasiswa, salah satu mahasiswa STIMIK Akba, Bullah sangat menyesalkan sikap aparat kepolisian yang berlebihan dalam menangani aksi mahasiswa.

“Kami ini hanya menggelar aksi damai dan tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis, tapi polisi tetap ngotot juga untuk melarang aksi kami,” ujar Bullah.

Menurut pengakuan Bullah, aksi yang digelar ini rencananya akan berlangsung hingga pukul 23:00 Wita, dengan varian aksi malam renungan “RIP Demokrasi Kampus”.

Comment