Survei SMRC: Kepuasan Publik Anjlok Drastis, Prabowo Kalah Jika Pemilu Digelar Sekarang

Presiden Prabowo Subianto di Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12/7/2026). (BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto di Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12/7/2026). (BPMI Setpres)

Jakarta, PANRITA.News — Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil tren elektabilitas atau pilihan presiden dalam simulasi semi terbuka untuk periode November 2025 hingga Juli 2026.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menjelaskan bahwa kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo anjlok sekitar 30,1 persen dalam waktu sembilan bulan.

Angka kepuasan merosot dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi hanya 51,1 persen pada Juli 2026. Sebaliknya, kelompok masyarakat yang menyatakan tidak puas melonjak tajam dari 16 persen menjadi 46,9 persen.

“Dalam 9 bulan terakhir, elektabilitas Prabowo di simulasi semi terbuka menurun dari 34.9% di survei November 2026 menjadi 14.5% di survei Juli 2026. Sementara, di periode yang sama, elektabilitas Dedi Mulyadi naik dari 19.7% menjadi 35%,” kata Deni dikutip kamis (30/7/2026).

BACA JUGA:  Korban Tewas Gempa M 7,1 Jepang Jadi 28 Orang, Evakuasi Terus Berlanjut

Hasil survei tersebut menunjukkan pergeseran dukungan pemilih yang cukup signifikan di papan atas calon presiden.

Berdasarkan data grafis yang dirilis, nama Presiden RI Prabowo Subianto sebagai petahana mengalami penurunan elektabilitas yang cukup drastis dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Sebaliknya, elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menunjukkan tren kenaikan yang tajam hingga berhasil menduduki posisi pertama.

Anies Baswedan: Sempat naik dari 6.1% (Nov 2025) menjadi 10.8% (Feb-Mar 2026), namun menurun ke angka 8.2% pada Juli 2026.

Penurunan kepuasan kerja ini berdampak langsung pada peta politik elektoral. Melalui simulasi semi-terbuka dengan menyodorkan 20 nama tokoh.

BACA JUGA:  Gempa M 7,1 Guncang Jepang: 1 Tewas dan 50 Terluka, WNI Diimbau Waspada

Dedi Mulyadi memimpin di posisi puncak dengan tingkat elektabilitas mencapai 35 persen. Prabowo Subianto turun ke posisi kedua, di mana elektabilitasnya anjlok dari 34,9 persen pada November 2025 menjadi hanya 14,5 persen pada Juli 2026. Anies Baswedan berada di peringkat ketiga dengan raihan dukungan sebesar 8,2 persen.

Sementara Gibran Rakabuming Raka menunjukkan tren kenaikan perlahan tapi stabil, mulai dari 5.1% (Nov 2025) naik menjadi 6.8% (Feb-Mar 2026), dan terakhir berada di angka 7.7% pada Juli 2026.

Hasilnya, jika pilpres dilaksanakan hari ini, Dedi Mulyadi menang telak dengan dukungan 59 persen, sedangkan petahana Prabowo Subianto hanya memperoleh 28,3 persen.

Comment