Bontang, PANRITA.News – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang mengimbau agar masyarakat tak membuka lahan pertanian dengan cara membakar.
Kepala BPBD Bontang Zainuddin menuturkan, pembukaan lahan dengan membakar dapat berdampak pada kerusakan lingkungan. Kemudian menimbulkan berbagai penyakit, mulai dari sakit tenggorokan, pilek, mata merah, asma, hingga radang paru-paru.
Bahkan, apabila membakar lahan saat musim kemarau dapat menyulut api dari pohon kering dan semak belukar. Hal ini membuat kobaran api sulit dikendalikan, sehingga menjalar ke perkebunan lain. Dan lebih berbahaya ketika merambat hingga pemukiman warga.
“Kami tak pernah menyarankan membuka lahan dengan cara membakar. Apalagi menurut undang-undang yang berlaku tak diperbolehkan,” kata Zainuddin saat dikonfirmasi, Senin (22/8/2022).
Ia mengatakan ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk membuka lahan, yakni dengan cara membabat semak belukar dengan menggunakan alat pertanian, seperti parang. Atau dapat menggunakan racun rumput yang tersedia di sejumlah toko pertanian.
“Beberapa bulan terakhir kerap terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) akibat oknum yang membuka lahan pertanian dengan membakar saat musim kemarau. Hal ini menjadi atensi kami dalam melakukan sosialisasi rutin dan patroli di daerah rawan (Karhutla),” terangnya.
Tak hanya sosialisasi dan patroli, rupanya di setiap RT daerah rawan Karhutla, seperti Bontang Lestari dan Kusnodo telah tersebar relawan 86. Tugasnya memberikan informasi dan melakukan tindakan awal saat terjadi Karhutla, sebelum petugas BPBD tiba di lokasi.
“Kami selalu berkoordinasi dengan relawan 86 yang tersebar di wilayah rawan Karhutla. Hal ini dapat meminimalisir kejadian kebakaran,” tandasnya.

Comment