Raih Guru Besar di Usia 41 Tahun, Mashuri Masri Tercatat Professor Kedua FST UIN Alauddin

Raih Guru Besar di Usia 41 Tahun, Mashuri Masri Tercatat Professor Kedua FST UIN Alauddin

Prof Mashuri Masri

Gowa, PANRITA.News – Dr Mashuri Masri S Si M Kes Dosen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar berhasil meraih Guru Besar dalam bidang Ilmu Mikrobiologi Umum.

Pria kelahiran Pangkajene Kabupaten Sindereng Rappang (Sidrap) meraih jabatan tertinggi dalam dunia akademik, usia 41 tahun. Selain itu, Ia tercatat sebagai Professor Kedua di FST UIN Alauddin Makassar.

Dr Mashuri Masri S Si M Kes menyampaikan ucapan rasa syukur dan terima kasih atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keluarnya SK sebagai Professor adalah beban yang harus dipertanggungjawabkan.

“Ada rasa syukur yang luar biasa, tetapi beriringan dengan itu, ada beban dipundak yang terasa berat. Negara telah memberikan gelar, kemanapun pergi itu akan selalu melekat. Olehnya itu, saya mohon doakan agar Allah memudahkan untuk belajar menanggung beban itu,” katanya, Rabu (27/04/2022).

Dr Mashuri Masri S Si M Kes menceritakan pengalaman dalam memulai ikhtiar menjadi Guru Besar. Ia mengatakan, dalam prosesnya seperti ibadah ibadah yang lain, memulai dengan niat.

“Shalat saja tidak sah jika tidak diawali dengan niat. Langkah yang kedua, tanggalkanlah status sebagai dosen di kampus, ubahlah status tersebut menjadi penulis ketika berhadapan dengan pengelola jurnal, baik nasional maupun internasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan saat memulai membuat jurnal SINTA 2, dirinya meminta chief editor jurnal untuk mengajari sampai ke teknis karena rumitnya memasukkan artikel, menulis data dsb di online journal system. 

“Jangan pernah malu untuk mengatakan tidak tahu ke pengelola journal terutama Chief editornya. Tetapi di sisi lain, ketika berhadapan dengan komentar reviewer, jika kita yakin dengan data dan tulisan kita (walaupun bertentangan dengan komentar reviewr tsb), jangan pernah ragu juga untuk menyampaikan ke chief editor,” pesannya.

“Sampaikanlah secara sopan dan awali dengan mengatakan bahwa kita melakukan itu sebagai panggilan keilmuan dan kejujuran,” sambung Mashuri.

Ketua Umum ADBPB PTKI Indonesia itu mengungkapkan, percepatan Guru Besar yang dinakhodai Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perecenaan dan Keuangan (AUPK), Prof Dr Wahyuddin Naro sangat membantu pencapaian itu.

“Dukungan universitas juga sangat nyata. Program percepatan Guru Besar yang dikomando oleh WR II Bidang AUPK dan atas restu Rektor, juga sangat membantu kami. Dari program tersebut kami memulai start untuk menyusun Dupak dll,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar