RG Kunjungi Seniman Asal Yogyakarta yang Sulap Motor Bekas Jadi Robot

RG Kunjungi Seniman Asal Yogyakarta yang Sulap Motor Bekas Jadi Robot.

Yogyakarta, PANRITA.News – Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel (RG) mengunjungi Seniman Eri Sudarmono (42) warga Padukuhan Kauman, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Kedatangan Rachmat Gobel tersebut tak lain sebagai bentuk apresiasi dan dukungannya terhadap usaha kreatif dari seorang Eri Sudarmono yang menyulap motor tua menjadi replika robot.

Tiba di kediaman Eri yang sekaligus menjadi workshop-nya, Er Studio Art, Rachmat Gobel disambut hangat oleh Eri Sudarmono.

RG pun langsung diperlihatkan dan berfoto dengan sejumlah robot buatan Eri.

“Saya sangat mengapreasiasi pak Eri dan kawan-kawannya yang mempunyai ide-ide yang sangat brilian yang menjadikan barang-barang rongsokan menjadi produk art atau seni yang tentunya memiliki nilai,” ujar RG.

Menurut RG, apa yang dilakukan Edi bersama pegawainya ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah dalam hal ini Perbankan, misalnya melalui program KUR agar produksi UMKM milik Eri ini bisa lebih besar dan berkualitas.

“Apa yang dilakukan pak Eri ini bisa menjadi motivasi bagi para pengrajin-pengrajin lainnya dalam mengubah barang yang tadinya tidak dimanfaatkan menjadi barang yang memiliki value atau nilai,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, sebagai bentuk dukungannya terhadap UMKM, RG tidak hanya mengunjungi tapi juga memesan produk robot karya anak bangsa ini.

“Saya juga tadi sudah pesan 6 robot, saya ingin mempromosikan karya-karya beliau sehingga bisa membuka mata bagi yang lain jika, anak bangsa pun bisa,” pungkas RG.

RG dan Eri Sudarmono.

Seperti diketahui, Edi Sudarmono bersama pegawainya setiap harinya merubah motor bekas menjadi robot yang diekspor sampai China dan Jerman. 

Selain itu, sebelumnya ia pernah mengenyam pendidikan di jurusan Seni Kriya Logam Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tahun 1999. 

Harga replika robot buatan Eri bervariasi tergantung kesulitannya. Adapun harga satu unit sekitar Rp 25 juta sampai Rp 60 juta, tapi tergantung kedetailan.

Sedangkan untuk pembelinya, Eri mengaku masih didominasi dari luar negeri.

Namun, sejak karyanya viral, kini pembeli dari berbagai kota di Indonesia sudah mulai melirik, seperti Jakarta, Surabaya, hingga Sulawesi.

Tinggalkan Komentar