Sebelum Masa Orientasi, Maba UIM Akan Divaksin

Makassar, PANRITA.News – Merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 dan penerimaan mahasiswa baru (maba), Universitas Islam Makassar (UIM) menggelar vaksinasi massal.

Vaksinasi yang digelar di auditorium DR KH Muhyiddin Zain selama tiga hari, 1-3 September, bekerjasama dengan Yayasan Hadji Kalla, Palang Merah Indonesia (PMI), dan IDI Kota Makassar.

Rektor UIM DR Ir Hj Andi Majdah M Zain M.Si didampingi Ketua Panitia Vaksin UIM Mahyus SE, M.Si mengatakan sejak pandemik UIM selalu menjadi kampus yang komitmen melawan Covid-19, dimana KKN Tematik soal Covid-19, protokol kesehatan juga sangat ketat di setiap event.

Teranyar, semua mahasiswa baru sebelum masa orientasi akan divaksin, termasuk pegawai serta dosen yang belum divaksin semua akan divaksin, dengan disaksikan Jusuf Kalla, Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs Merdy Syam MSi, Walikota Makassar Danny Pomanto, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, dan Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Mochamad Syafei Kasno via zoom.

“Jangan percaya hoaks tentang vaksin ini, dan mari kita ajak seluruh elemen masyarakat, tokoh-tokoh untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya vaksin dan protokol kesehatan,” kata Majdah.

Namun melihat animo masyarakat yang ingin divaksin, menandakan bahwa sudah timbul kesadaran untuk menjaga kesehatan melawan Covid—19.

“Terima kasih dokter serta nakes (tenaga kesehatan) yang sudah berkorban jiwa dan raga. Target 1.250 terdiri masyarakat umum, dosen beserta keluarga, mahasiswa, alumni. Dan menggembirakan, animo vaksin begitu tinggi. Data terakhir kuota sudah hampir penuh,” jelas Majdah.

Dewan Pertimbangan IDI Kota Makassar, Prof Dr dr Idrus Paturusi menyatakan saatnya kita merdeka dari penjajahan Covid-19. “Sudah hampir dua tahun kita dijajah serta telah menelan banyak korban nyawa serta harta yang begitu besar. Dengan upaya konkret selain protokol kesehatan 3M juga vaksin, dengan harapan terbentuknya herd immunity bagi rakyat Indonesia khususnya Sulawesi Selatan,” ujar Prof Idrus.

Ketua IDI Kota Makassar dr Siswanto didampingi Humas IDI Kota Makassar dr Wachyudi Muchsin SH MKes memberi apresiasi kepada Kalla Group yang banyak memberi dukungan selama ini, baik program 10 ribu vaksin dan saat ini program 75 ribu vaksin bersama Dinas Kesehatan Kota Makassar, Kodam XIV Hasanuddin, Unhas, RS Bhayangkara Polda Sulsel, FTI UMI, Das’ad Latif Chanel, serta semua pihak dalam menggelar program 75 ribu vaksinasi bagi masyarakat Kota Makassar menyambut HUT Republik Indonesia ke 76.

Selain itu, program ini juga didukung media cetak dan elektronik yang mengedukasi masyarakat pentingnya vaksin. Apalagi saat ini Makassar zona merah sehingga kegiatan vaksin massal ini mengantisipasi korban akibat lonjakan kasus Covid-19.

Lanjut dokter Anto, vaksin massal ini bisa membantu pemerintah mencapai target vaksin 85 persen untuk warga Indonesia khusus Kota Makassar. Dengan demikian, semua bisa terlindungi dari dampak buruk pandemi Covid-19. Dan bisa seperti beberapa negara yang kasus kematian Covid-19 menurun drastis karena keberhasilan program vaksinasinya.

“Oleh karena itu IDI Makassar mengajak seluruh masyarakat Kota Makassar untuk berpartisipasi dalam program vaksin,” jelasnya.

Ketua Satgas Covid-19 Kalla Group Subhan Djaya mengatakan kerjasama ini merupakan bentuk dukungan Kalla Group atas program pemerintah. Selain memberikan vaksinasi, Kalla juga aktif menggelar webinar kesehatan dengan tema vaksin dan Covid-19. Webinar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman akurat kepada masyarakat.

Subhan mengajak semua pihak memanfaatkan kesempatan program 75 ribu vaksinasi ini demi terciptanya herd immunity yang merata di Kota Makassar. ”Demi mendukung terciptanya Herd Immunity, Kalla senantiasa menggelar kegiatan vaksinasi massal agar tercapainya vaksinasi yang merata. Masyarakat dapat memperoleh vaksin hanya dengan membawa KTP.

“Selain itu, kondisi peserta juga harus diperhatikan. Seperti dalam kondisi sehat, wajib makan sebelum vaksin, wajib memakai masker medis atau sejenisnya. Masyarakat Kota Makassar dapat memperoleh vaksin tanpa dipungut biaya,” pungkas Subhan.

Direktur Eksekutif Yayasan Hadji Kalla, Mohammad Zuhair menjelaskan program 75 ribu vaksinasi ini merupakan bentuk kepedulian Kalla kepada masyarakat. Sebagai sebuah perusahaan, Kalla memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

“Dengan hadirnya program ini, Kalla berharap dapat memberikan hal positif kepada masyarakat. Dengan terpenuhinya vaksinasi yang merata, semoga perekonomian dapat kembali berjalan. Dan terjadi pemulihan roda ekonomi di masyarakat itu sendiri,” tambahnya.

Tinggalkan Komentar