Dema FKIK UIN Alauddin, Muslimin Sebut Dekan Tidak Mampu Selesaikan Masalah Internal

Gowa, PANRITA.News – Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar, yang digelar Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) dibawah komando Muslimin M berbuntut pemanggilan oleh Dekan.

Ketua Dema FKIK, Muslimin M mengatakan, Ketidakharmonisan antara Pimpinan Fakultas dan Lembaga kemahasiswaan di FKIK UIN Alauddin Makassar, memang telah terjadi sejak lama.

Hal itu, kata Muslimin, bermula ketika Lembaga Penyelenggara Pemilma (LPP) menetapkan dirinya sebagai ketua Dema FKIK UIN Alauddin Makassar.

“Namun dekan FKIK tidak menerima hasil LPP dan melanggar Buku saku UIN Alauddin Makassar karena seharusnya Dekan meng-SK kan hasil pemilihan dari LPP, justru Dekan mumbuat keputusan sendiri melalui Rapat pimpinan Fakultas yang menetapkan Ketua dema atas nama Nabilatuzzahra,” katanya, Senin (30/8/2021).

Padahal lanjut Muslimin, penetapan ketua Dema bukan menjadi kewenangan Rapat Pimpinan (Rapim), sehingga berimbas pada kegiatan lembaga Kemahasiswaan.

“Sampai pada kegiatan Pengenalan PBAK, dimana yang diakomodir oleh dekan adalah Dema yang tidak diakui mayoritas mahasiswa, Dema yang tidak dipilih secara demokrasi yaitu dema yang dibawah pimpinan Nabilatuzzahra,” lanjutnya.

Karena itu, urai Muslimin, sebagai Dema yang mendapat dukungan dari mayoritas lembaga Kemahasiswaan, dirinya merasa berhak melakukan pengenalan dsengan mahasiswa baru.

“Kegiatan tersebut dihadiri oleh 3 Himpunan Mahasiswa dari 5 jurusan yang ada di FKIK dan Senat Mahasiswa FKIK,” ungkapnya

Namun, tambah Muslimin, PBAK yang dia lakukan justru dianggap ilegal oleh pihak fakultas karena merasa terusik dan terganggu oleh kegiatan tersebut.

“Padahal memang tugas Dema yang terpilih secara demokrasi lah yang sebenarnya pantas melaksanakan kegiatan tersebut,” ucapnya.

Dirinya juga menyayangkan sikap pimpinan Fakultas yang memanggil orang tua mahasiswa baru hanya karena mengikuti kegiatan PBAK yang dirinya lakukan.

“Terkait pemanggilan orang tua mahasiswa baru seperti nya kurang tepat, karena dengan begitu terbukti bahwa Pimpinan Fakultas secara tidak langsung membuktikan ketidakmampuan menyelesaikan masalah di fakultas nya sendiri,” terangnya

“Maba pun sebenarnya tidak tau apa-apa terkait itu, Itu bisa jadi juga digunakan sebagai bahan agar Mahasiswa baru itu tertekan kemudian takut untuk Melawan pimpinan Fakultas, isi dari pembahasan bersama orang tua maba pun hanya sekedar penjelasan terkait bagaimana Mahasiswa memilih Organisasi yang baik dan lain sebagainya,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar