Kepala hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Michelle Bachelet mendesak Taliban untuk menghormati komitmen untuk menghormati hak-hak asasi perempuan dan anak perempuan. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Selasa (24/8/2021), Bachelet telah menyuarakan keprihatinan serius pada situasi di Afghanistan dalam kekuasaan Taliban.
“Satu garis merah mendasar adalah perlakuan Taliban terhadap perempuan dan anak perempuan, dan penghormatan terhadap hak mereka atas kebebasan, kebebasan bergerak, pendidikan, ekspresi diri dan pekerjaan, dipandu oleh norma-norma hak asasi manusia internasional,” kata Bachelet pada sesi khusus pertemuan Dewan HAM PBB soal Afghanistan di Jenewa.
Menurut Pentagon, sekitar 16.000 orang telah dievakuasi dari Afghanistan selama 24 jam terakhir. Saat ini, pasukan AS memimpin upaya evakuasi yang semakin putus asa untuk menerbangkan ribuan orang lainnya sebelum “garis merah” Taliban bagi pasukan Barat yang harus meninggalkan Afghanistan.
Presiden AS Joe Biden berada di bawah tekanan yang meningkat untuk memperpanjang batas waktu 31 Agustus dalam menarik pasukan Amerika. Inggris diperkirakan melobi AS pada pertemuan puncak G7 virtual pada Selasa.
Pejabat tinggi hak asasi manusia PBB Michelle Bachelet mengaku telah menerima laporan yang kredibel tentang pelanggaran serius yang dilakukan oleh Taliban di Afghanistan, termasuk eksekusi singkat terhadap warga sipil dan pembatasan terhadap perempuan dan protes terhadap kekuasaan mereka.
Bachelet mendesak Dewan Hak Asasi Manusia PBB, yang mengadakan sesi darurat atas permintaan Pakistan dan Organisasi Kerja sama Islam (OKI), untuk membentuk mekanisme untuk memantau secara dekat tindakan Taliban.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Australia Karen Andrews mengatakan Australia telah membantu mengevakuasi lebih dari 1.600 orang dari bandara Kabul dalam 17 penerbangan sejak Rabu lalu.
“Kami telah mencapai ini dengan bekerja sangat erat dengan AS dan Inggris, di antara negara-negara lain,” kata Andrews kepada Parlemen pada Selasa.
Orang-orang yang dievakuasi termasuk warga negara Australia, warga negara Afghanistan yang telah bekerja untuk pemerintah Australia selama konflik 20 tahun dan warga negara negara lain. Pemerintah Australia belum menyatakan berapa banyak orang yang akan dievakuasi dari Afghanistan.
Sumber: BeritaSatu.com

Comment