IFI Makassar Sayangkan Sikap BPJS Tak Terima Layanan Fisioterapi

Ketua Bidang Advokasi dan Legislasi IFI Cab. Makassar, Erfan Sutono,S.Ft.,Physio.,M.H.

Makassar, PANRITA.News – Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Cabang Makassar menyayangkan lahirnya Perdir BPJS No.1 Tahun 2020 yang dinilai sangat sarat dengan kepentingan.

Prinsip Direct Access/ Layanan Langsung yang disepakati bersama oleh Asosiasi Fisioterapi Dunia / World Confederation Physical Therapy (WCPT) dan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 65 Tahun 2015 mentah di tangan Direktur BPJS.

Ketua Bidang Advokasi dan Legislasi IFI Cab. Makassar, Erfan Sutono,S.Ft.,Physio.,M.H. mengatakan, aturan yang baru ini jelas sangat merugikan masyarakat yang membutuhkan layanan Fisioterapi dalam rilisnya, Senin (15/6/2020).

Alumni Magister Hukum Kesehatan dan Profesi Fisioterapi Unhas menilai bahwa aturan ini sangat tidak berorientasi pada efektivitas pelayanan pasien. Dalih BPJS adalah untuk penghematan anggaran justru sebenarnya memperpanjang alur pelayanan RS.

“Maka dari Ikatan Fisioterapi Indonesia telah mengeluarkan edaran untuk pasien yang membutuhkan layanan Fisioterapi di RS maka tetap akan melayani pasien tersebut. Persoalan klaim menjadi nomor sekian yang penting pasien tetap dapat terlayani dengan baik,” tambahnya.

Menurutnya bahwa langkah yang tepat seharusnya BPJS mengundang seluruh pihak untuk duduk bersama merumuskan aturan ini. Bukannya membuat aturan tentang Fisioterapi tapi kami malah tidak dilibatkan.

“Patut diduga ada pemufakatan dari lahir nya PERDIR BPJS ini, Maka dari itu, saya sarankan PP IFI untuk segera PTUN kan BPJS ini. Kasian masyarakat kalau harus direpotkan oleh alur yang berbelit belit. Apalagi ini orang sakit,” tutupnya.

Diketahui, Profesi Fisioterapi adalah profesi yang mandiri dan otonom. Kita sesama tenaga kesehatan seyogyanya saling menghargai . Tidak boleh ada profesi yang menganggap dirinya superior. Mari kita sama sama berjuang agar supaya masyarakat Indonesia mampu bergerak tanpa disabilitas.

Tinggalkan Komentar