STAI DDI Kota Makassar Jadi Tuan Rumah Pelaksanaan ICEE 2021

International Colloquium on Environmental Education 2020 (ICEE)

International Colloquium on Environmental Education 2020 (ICEE).

Makassar, PANRITA.News – Pelaksanaan konferensi international bertajuk International Colloquium on Environmental Education 2020 (ICEE) oleh sukses berlangsung selama 3 hari sejak 4 Juni 2020.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Amerika Serikat, Prof. Poppy Rufaidah, Ph.D. menjadi Keynote Speaker sekaligus menutup kegiatan tersebut, pada Sabtu 6 Juni 2020.

Kegiatan tersebut sukses dilaksanakan atas kerjasama Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) bersama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Amkop Makassar.

Pelaksanaan ICEE 2020 yang digelar secara daring ini telah berakhir dengan 10 rangkaian sesi, dimulai dengan sesi panel sampai dengan 3 panel, kemudian pembukaan dan Keynote, lalu ada 4 panel ilmuwan muda dan 1 workshop how to write dan 1 sesi round table discussion.

Ismail Suardi Wekke selaku Scientific Committee SEAAM mengungkapkan bahwa di sesi terakhir, didiskusikan untuk pelaksanaan ICEE tahun depan, STAI DDI Kota Makassar akan menjadi tuan rumah.

“Alhamdulillah, pada sesi terakhir didiskusikan bahwa STAI DDI Kota Makassar akan menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan ICEE tahun 2021,” ujar Ismail dalam keterangannya, Minggu (7/6/2020).

“Tentu kita berterimakasih kepada STAI DDI Kota Makassar atas kesediaanya untuk menjadi tuan rumah pada ICEE 2021 yang akan datang. Apalagi sederhananya kegiatan ICEE ini adalah tentu ujung-ujungnya untuk diri kita sendiri,” lanjutnya.

Ismail Suardi Wekke mengatakan, kolaborasi SEAAM dengan Perguruan Tinggi di Asea Tenggara, tentu akan tetap memberikan kesempatan bagi para ilmuwan muda dan akademisi muda untuk terus belajar.

“Yang paling penting adalah teman-teman para ilmuwan dan akademisi muda harus memulai belajar melakukan publikasi sebab ukuran di Kemendikbud adalah ukuran publikasi untuk mengakses skema-skema penelitian lebih lanjut,” papar dia.

Selain itu, Ismail mengajak semua pihak untuk berkolaborasi jika ingin maju dalam suatu hal, termasuk dalam soal publikasi.

“Kalau kita mau maju tentu kita sangat paham sekali bahwa satu orang pastinya hanya bisa melakukan satu langkah, dan jika ia ingin mencapai 10 langkah pastinya dia membutuhkan waktu yang banyak. Akan tetapi Kalau ada 10 orang, maka cukup melakukan masing-masing 1 langkah maka otomatis langsung ada 10 langkah,” terang Ismail.

“Sederhana sekali bahwa era abad 21 ini adalah era kolaborasi, sinergi, dan kerja sama dan teman-teman mari membuat jalan kita masing-masing,” tambahnya.

Akhirnya, ia pun menyampaikan terima kasih bagi semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Teman-teman HMI dan dari semua pihak yang terlibat kami menyampaikan terimakasih dan selalu membuka diri bagi siapapun dan dimanapun dalam berpartisipasi dalam kegiatan ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar