KNPI Minta Pemerintah Turunkan Harga BBM di Tengah Pandemi Covid-19

Logo KNPI.

Jakarta, PANRITA.News – Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) melalui Ketua Bidang Energi Muhammad Chairul Basyar meminta Pemerintah segera menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya untuk jenis Premium, Pertalite dan Pertamax.

Hal ini mengacu pada menurunya harga minyak mentah dunia yang turun drastis.

Karena itu kata Chairul, Pemerintah melalui Pertamina harusnya melakukan penyesuaian dan meringankan beban rakyat ditengah pandemi, penurunan harga BBM bukan saja meringankan beban pengguna BBM, tapi hal itu bisa memberi pengaruh besar bagi masyarakat karena turunnya harga kebutuhan rumah tangga dan bahan pokok, akan sangat membantu rakyat ditengah bencana Covid 19 ini.

“Kita paham bahwa pemerintah dilema dengan pilihan menurunkan harga bbm atau tidak, karena bila bbm sudah diturunkan harganya pasti akan sulit untuk menaikkannya dikemudian hari disaat harga minyak dunia stabil lagi,” kata mantan aktivis HMI ini melalui keterangan tertulisnya, Kamis (16/4/2020).

Menurut Chairul, publik sudah paham bahwa harga minyak dunia pasti akan stagnan melihat kondisi seperti saat ini. Di mana OPEC dan produsen minyak lain (Russia, Meksiko dll) sepakat memangkas produksi 10% untuk menjaga harga.

“Tapi pasar sering melihat mereka kadang tidak disiplin. Terus permintaan global juga anjlok. Tidak akan naik signifikan. Harapan mereka hanya menunggu musim dingin nanti. Tapi jika vaksin corona belum ditemukan, musim dingin nanti bisa-bisa kasus melonjak lagi. Jadi harga minyak bisa-bisa tidak akan pulih,” tegas Chairul.

“Jadi, kalau negara mau adil ke rakyatnya ya harga BBM harus turun. Dan itu akan sangat menolong Rumah Sakit, para petani, nelayan, buruh dan lain-lain,” lanjutnya.

Sebenarnya, Chairul menyatakan bahwa Pemerintah melalui Ahok atas nama Pertamina sudah meberikan kebijakan setengah hati dengan memberikan diskon 50 persen hanya untuk supir ojek online.

“Lalu harga BBM murah untuk rakyat kecil lain bagaimana? Untuk petani, buruh, pekerja informal, perawat rumah sakit, dan rakyat wong cilik lainnya?,” pungkas Chairul.

Disamping itu, Chairul menegaskan bahwa urusan membantu rakyat di tengah wabah Corona harus totalitas, tanpa ada embel-embel “politis”.

“Jangan takut menurunkan harga BBM karena takut susah naik lagi dikemudian harinya dan akan berimbas pada kondisi politik penguasa,” tutup Chairul.

Tinggalkan Komentar