Senator DPD RI Ingatkan Pemerintah Komitmen Perangi Covid-19

Anggota DPD RI, Abdul Rachman Thaha. (Ist)

Anggota DPD RI, Abdul Rachman Thaha. (Ist)

Jakarta, PANRITA.News – Anggota DPD RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah, Abdul Rachman Thaha (ART) meminta pemerintah untuk terus berkomitmen melakukan upaya-upaya penanggulangan dan pencegahan dalam memerangi Covid-19.

ART juga meminta Pemerintah untuk memastikan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) terhadap paramedis di setiap daerah sehingga paramedis ini mendapatkan jaminan keamanan terhadap diri mereka tidak tertular.

“Ini sudah berjatuhan korban para dokter dan perawat, bayangkan jika para dokter dan perawat ini terjangkit siapa mau yang mengurus para pasien Covid-19 di setiap daerah,” kata ART dalam pernyataan tertulis yang diterima Panrita.news, Minggu (5/4/2020).

Lanjut ART, untuk penggunaan anggaran yang ada, khusus kesehatan dan yang lainnya pemerintah segera melakukan revisi anggaran tahun 2020.

“Khusus anggaran Kesehatan yang akan digunakan Rp75 triliun itu perlu sebuah transparansi dari pada penggunaannya dan harus tepat sasaran dari pada penggunaannya,” lanjut ART.

Misalnya, kata dia, untuk APD harus jelas kualitas dari pada APD itu sendiri karena kualitas itu juga merupakan jaminan untuk keselamatan para medis, dan harus jelas item-item penggunaan anggarannya.

Pemerintah, lanjut ART, perlu juga mengawasi dan memastikan ketersediaan alat dan fasilitas kesehatan di daerah yang terjangkit virus Covid-19.

Selain itu, ART juga menyayangkan pernyataan Kepala BNPB yang mengatakan, ‘Sebagai ketua gugus tugas komandan saya cuma satu, saya tidak mau berdiskusi, saya berfokus menjalankan keputusan politik negara… dan perbedaan membuat kita lemah, sekarang ini sudah sama statusnya dengan perang’.

“Apa semua ini maksudnya. Kami ini adalah membuat keputusan politik negara dan justru kami ini adalah hadir untuk mengawasi anda, perbedaan itu indah adanya perbedaan justru melahirkan sebuah solusi tidak satu pun di dunia ini manusia yang sempurna justru kita saling mengingatkan. Kemudian kita perang sama siapa sebenarnya, justru kita memerangi virus bukan status perang lawan penjajah, jadi sekarang itu pemerintah harus bersungguh-sungguh menjalankan amanat konstitusi melindungi segenap rakyat dan seluruh tanah tumpah darah indonesia, dan saya meminta penundaan pemindahan Ibu Kota Negara dulu karena tidak terlalu mendesak bendingan anggarannya dialihkan dulu sementara untuk penggunaan virus Covid-19 ini sehingga dapat mewujudkan keselamatan rakyat, sudah saatnya Nurani Bangsa diwujudkan kedaulatan rakyat ditegakkan,” paparnya.

Terlepas dari itu, Abdul Rachman Thaha pun mengajak semua pihak untuk bersatu dalam mengambil langkah untuk menyalamatkan bangsa ini dari musibah.

“Mari kita tunjukkan solidaritas kebangsaan dengan membantu saudara-saudara kita yang berdampak virus Covid -19 yang membutuhkan bantuan,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar