Kendalikan Virus Corona, China Isolasi Dua Kota Besar, Warga: Seperti Akhir Dunia

Kemenkes Imbau WNI Waspadai Virus Korona di Korea dan Jepang

Warga menggunakan masker untuk menghindari penyebaran virus pneumonia di pusat kota Tokyo, Kamis (16/1). Kemenkes mengingatkan WNI yang berkunjung ke Korea dan Jepang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan infeksi virus korona jenis baru. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Penularan virus Corona baru atau Coronavirus terus meningkat di China. Untuk mengendalikan wabah yang telah menyebar ke negara-negara lain ini, otoritas China menutup atau mengisolasi dua kota besar di sebuah provinsi yang menjadi pusat wabah virus mematikan ini.

Dengan penutupan ini, pesawat dan kereta api dilarang meninggalkan kedua kota tersebut dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Virus pernapasan ini, sejauh ini telah menewaskan 17 orang di China sejak pertama kali muncul dari sebuah pasar hewan dan seafood di kota Wuhan.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (23/1/2020), warga di Wuhan, kota pelabuhan besar di provinsi Hubei dengan populasi sekitar 11 juta jiwa itu, pada Kamis (23/1) diperintahkan untuk tidak meninggalkan kota tersebut “tanpa alasan khusus.”

Perintah itu didukung dengan penutupan transportasi. Kereta dan pesawat yang keluar dari Wuhan tak beroperasi hingga waktu yang belum ditentukan. Jalan-jalan tol menuju keluar kota juga telah ditutup.

Beberapa jam kemudian, otoritas di kota tetangga Wuhan, Huanggang mengumumkan bahwa transportasi publik dan layanan kereta akan dihentikan sementara pada tengah malam waktu setempat.

Warga juga diperintahkan untuk tidak meninggalkan kota berpenduduk sekitar 7,5 juta jiwa itu.

Sementara itu, warga kota Wuhan mengaku mereka ‘hampir menangis’ saat membaca berita soal isolasi. Beberapa warga lainnya mengungkapkan kekhawatiran atas kekurangan pangan yang mereka alami.

“Kami secara sadar menghindari pergi keluar, melakukan disinfeksi pada diri sendiri secara rajin dan memakai masker,” tulis salah satu warga Wuhan via Weibo.

“Tapi ada kekurangan pangan dan disinfektan, dan kami butuh lebih banyak sumber daya. Kami harap semua orang bisa memahami bahwa kami sekarang merasa seperti inilah akhir dunia,” tulis warga Wuhan yang tidak menyebut namanya tersebut.

(AFP, Detik)

Tinggalkan Komentar