Hanya Karena Ambil Getah Karet Rp17 Ribu, Kakek Samirin Dibui

Hanya Karena Ambil Getah Karet Rp17 Ribu, Kakek Samirin Dibui

Kakek Samirin (69) mendapat hukuman bui selama 2 bulan 4 hari karena divonis lantaran mengambil sisa getah karet di perkebunan milik Bridgestone SRE (BSRE) di Sumatera Utara. (Foto: Bentengtimes)

Simalungun, PANRITA.News – Nasib malang menimpa seorang kakek di Sumatera Utara. Pria paru baya tersebut terpaksa harus mendekam di balik jeruji besi.

Adalah Kakek Samirin (69) mendapat hukuman bui selama 2 bulan 4 hari karena divonis lantaran mengambil sisa getah karet di perkebunan milik Bridgestone SRE (BSRE)  di Sumatera Utara (Sumut)

Akibatnya, perusahaan melaporkan Samirin ke kepolisian. Dalam proses di kepolisian, Samirin tidak ditahan, namun dengan teganya, jaksa menahan Samirin saat ia mulai disidangkan di PN Simalungun. Bahkan kepada majelis hakim, jaksa menuntut agar Samirin dihukum 10 bulan penjara.

BSRE merupakan perusahaan yang berfokus pada pengelolaan perkebunan karet di Sumatera. Perusahaan asal Jepang itu mengalami kerugian Rp 17.480.

“Kami merujuk pada laporan berita terbaru mengenai insiden yang melibatkan pencurian getah karet oleh seseorang yang terjadi di lokasi PT Bridgestone SRE (BSRE) sebagai akibat dari pencurian getah karet,” terang GM Legal Bridgestone Indonesia, Arko Kanadianto seperti dikutip dari Detik, Jumat (17/1/2020).

“BSRE melaporkan insiden tersebut ke pihak berwenang setempat untuk mengambil tindakan yang tepat sesuai dengan hukum yang berlaku,” terang Arko lagi.

Seperti diketahui, kasus tersebut terjadi pada 17 Juli 2019 petang. Kala itu, kakek Samirin baru saja menggembala lembu di Nagori Dolok Ulu Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun.

Setelah melakukan itu, kakek Samirin mengumpulkan sisa getah rembung/karet yang tersisa. Sisa getah itu dia masukkan ke kantong kresek.

Di saat yang sama, lewat petugas perkebunan yang sedang berpatroli. Samirin lalu dibawa ke kantor Security Perkebunan PT Bridgestone SRE Dolok Maringir. Kemudian menimbang getah dan hasilnya seberat 1,9 kg. Bila diuangkan seharga Rp 17.480.

Pada Rabu (15/1) kemarin, PN Simalungun menjatuhkan hukuman 2 bulan dan 4 hari penjara. Atas hukuman itu, Samirin langsung bebas hari itu juga.

Tinggalkan Komentar