Mahasiswa Ini Gugat UU Lalu Lintas Karena Ditilang Tak Nyalakan Lampu Motor

Mahasiswa Ini Gugat UU Lalu Lintas Karena Ditilang Tak Nyalakan Lampu Motor

Ilustrasi Ditilang Polisi (Tribunnews).

Jakarta, PANRITA.News – Dua mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta menggutat UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Kedua mahasiswa itu adalah Eliadi Hulu dan Ruben Saputra menuntut untuk mengahapus aturan kewajibab pengendara menyalakan lampu sepeda motor di siang hari.

Mahasiswa tersebut keberatan dengan alasan aturan itu membuat aki motor cepat habis.

“Dengan posisi lampu utama yang otomatis menyala mengakibatkan pemborosan pada aki sepeda motor. Hal ini tentunya sangat merugikan bagi para driver online yang sehari-hari mencari nafkah dengan menggunakan sepeda motor,” kata Eliadi seperti dilansir situs MK, Kamis (9/1/2020).

Adapun pasal yang digugat yaitu pasal 107 ayat 2 UU LLAJ. Ikut pula digugat Pasal 293 ayat 2 yang mengancam pengendara yang tidak menyalakan lampu sepeda motor di siang hari dengan penjara 15 hari atau denda Rp 100 ribu.

“Batu uji adalah Pasal 28D ayat 1 UUD 1945,” ujar Eliadi.

Diketahui, ternyata Eliadi yang merupakan Mahasiswa Fakultas Hukum UKI Jakarta itu pernah ditilang Polantas di Jalan DI Panjaitan Jaktim pada 8 Juli 2010 lalu.

Eliadi ditilang karena lampu sepeda motornya tidak menyala.

“Wajib menyalakan lampu utama pada siang hari. Sedangkan waktu itu masih menunjukan pukul 09.00 WIB, Menurut kebiasaan masyarakat Indonesia, waktu tersebut masih dikategorikan sebagai ‘pagi’/ Namun Petugas Polisi Lalu Lintas tersebut tetap melakukan penilangan,” ujar Eliadi.

Eliadi sudah mempertanyakan mengapa ia wajib menyalakan lampu. Padahal bumi sudah terang terkena sinar matahari. Namun jawaban petugas tidak memuaskan.

Tinggalkan Komentar