Jadi Bos Pertamina, Berapa Gaji yang Akan Diterima Ahok?

Jakarta, PANRITA.News – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengumumkan bahwa Basuki Tjahaja Purnama ditetapkan sebagai Komisaris Utama PT Pertamina.

“Insya Allah sudah putus dari beliau, Pak Basuki akan jadi Komisaris Utama Pertamina, Didampingi oleh pak Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin jadi Wakil Komisaris Utama,” kata Erick di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).

Menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina, Ahok akan memperoleh fasilitas gaji pokok beserta tunjangan.

Dilansir dari Detik mengutip laporan keuangan Pertamina tahun 2018, alokasi gaji keseluruhan jajaran direksi dan komisaris utama yakni sebesar US$ 47,23 juta atau setara Rp 661 miliar (kurs Rp 14.000) per tahunnya.

Adapun susunan direksi Pertamina saat ini adalah 11 orang, sementara untuk posisi komisaris di 2018 mencapai 6 orang.

Artinya, jika dibagi rata ke 17 orang, masing-masing bisa mengantongi hingga Rp 38 miliar setahun atau Rp 3,2 miliar per bulan.

Untuk gaji Direktur Utama ditetapkan dengan menggunakan pedoman internal yang disahkan oleh Menteri BUMN selaku RUPS PT Pertamina (Persero).

Sementara, gaji anggota direksi lainnya ditetapkan dengan komposisi faktor jabatan, yaitu sebesar 85% dari gaji Direktur Utama. Honorarium Komisaris Utama adalah sebesar 45% dari gaji Direktur Utama.

Jajaran direksi dan komisaris Pertamina juga menerima tunjangan. Untuk direksi, tunjangan yang diterima meliputi tunjangan hari raya, tunjangan perumahan, dan asuransi purna jabatan.

Sedangkan untuk Dewan Komisaris, tunjangan yang diterima meliputi tunjangan hari raya, tunjangan transportasi, dan asuransi purna jabatan.

Selain gaji dan tunjangan, terdapat pula sejumlah fasilitas lainnya yakn fasilitas kendaraan, fasilitas kesehatan, dan fasilitas bantuan hukum untuk direksi. Sementara untuk dewan komisaris mendapat fasilitas kesehatan dan bantuan hukum.

Tinggalkan Komentar