Demontrasi di Mana-mana, Istana Minta Mahasiswa Pahami Situasi Sulit Jokowi

Jakarta, PANRITA.News – Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di daerah dan aliansi masyarakat turun ke jalam menolak revisi UU KPK, yang sudah disahkan serta mencabut pasal bermasalah dalam RKUHP dan UU lain yang tidak pro rakyat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta mahasiswa dan masyarakat sipil untuk memahami bahwa Presiden Joko Widodo telah meminta pengesahan RKUHP ditunda.

Moeldoko juga menyebut bahwa Jokowi juga disebut sedang menghadapi situasi yang tidak mudah.

“Yang perlu dipahami oleh teman-teman semuanya bahwa pemerintah saat ini telah bersepakat dengan DPR untuk mengkaji lebih jauh tentang revisi UU KUHP (pengesahannya ditunda), berikutnya RUU Pertanahan, berikutnya RUU Pemasyarakatan dan beberapa yang lain,” kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Di tengah kondisi yang saat ini pemerintah tengah menghadapi masalah Papua, kebakaran hutan dan lahan yang penuh dan lain sebagainya. Moeldoko mengatakan pemerintah telah bekerja keras menghadapi berbagai persoalan yang ada.

Mantan Panglima TNI itu meminta mahasiswa memiliki empati terhadap kerja keras pemerintah, termasuk Jokowi.

Moeldoko menyebut tak sepatutnya mahasiswa atau kelompok masyarakat yang berunjuk rasa memakai bahasa yang kurang pantas.

“Jangan lah Presiden menghadapi situasi yang tidak mudah, ditambah hal-hal seperti itu. Tulisan-tulisan itu harus cerminkan sebagai bangsa Indonesia yang beradab,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar