Seruan Copot Kapolres Ramai Jika Tak Mampu Ungkap Kasus Gengester

Dua orang warga yang berjualan minuman ringan di area lapangan pemuda, Bulukumba jadi korban Gengster ini

Dua orang warga yang berjualan minuman ringan di area lapangan pemuda, Bulukumba jadi korban Gengster pada Sabtu (07/09/2019) sekitar pukul 23:30 malam.

Bulukumba, PANRITA.News – Desakan copot Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) kabupaten Bulukumba ramai diserukan sejumlah pihak utamanya pemuda.

Seruan ini seiring kasus Gengester yang menebar ancaman dan meresahkan warga di kabupaten Bulukumba, hingga saat ini belum berhasil diungkap aparat kepolisian.

Apalagi pasca penyerangan para gengester yang berjumlah sekitar 30 orang lebih itu, menyerang secara brutal dan menikam 2 orang pedagang kaki lima (PKL) di area lapangan pemuda Bulukumba pada Sabtu (07/09/2019) malam.

Hal ini membuat masyarakat dan banyak pihak geram. Dari rentetan, kasus kriminal serupa bukan yang pertama terjadi, seperti pembegalan, dan perampokan. Parahnya, para pelaku ini bahkan nekat beraksi di siang hari dan tak segan-segan melukai korbannya.

Presidium Kerukunan Keluarga Bulukumba (KKB) Muda yang juga PTKP HMI Cabang Makassar, Mansur BJ menyoroti kinerja kepolisian dalam menangani kasus ini dinilai sangat lamban padahal kembali memakan korban.

Ia mengungkapkan Kapolres harus serius dan tegas menangani kasus ancaman gengester ini, apalagi ada dua korban terbaru yang ditikam di area pusat keramaian.

“Penyerangan gengester itu bukan kasus pertama, sebelum-sebelumnya aksi pembegalan juga marak di Bulukumba, kita menduga para pelaku sama, tapi kenapa tak ada kejelasan dari Polres ini yang banyak menjadi pertanyaan masyarakat di luar hingga beranggapan Bulukumba tidak aman,” kata Mansur di Makassar, Selasa (10/09/2019).

Pemuda kelahiran Bonto Tiro, Bulukumba itu mendesak Kapolres Bulukumba untuk turun langsung dan segera menyelesaikan serta menangkap para gengester ini, karena menyangkut keamanan masyarakat.

“Copot Kapolres Bulukumba jika tak mampu ungkap dan tangkap pelaku gengester yang meresahkan warga,” kunci Mansur.

Hal serupa juga diserukan salah satu tokoh masyarakat di Bulukumba, Muh Darwis jika Kapolres tak mampu menyelesaikan kasus ini.

“Pelaku yang begitu banyak aneh jika tak mampu dideteksi. Kapolres langsung yang harus tegas. Kalau kapolres tidak mampu tangkap gengster yang meresahkan warga, angkat kaki saja dari Bulukumba,” tegas Sekertaris Jenderal Lembaga Lidik Pro itu.

Bahkan Darwis mencurigai, belum tertangkapnya para gengester yang menjadi pertanyaan masyarakat ini sebab ada pihak tertentu yang melindunginya. Hal tersebut yang sementara pihaknya dalami kebenarannya.

“Ini baru sebatas dugaan, semoga saja tidak benar dan kalau benar tentu kami Lidik Pro tak tinggal diam. Kami sementara cari tau. Yang kita khawatirkan jangan sampai masyarakat yang bergerak mencari para gengester ini dan menghakimi sendiri mereka,” tandas Darwis.

Sementara, Kasat Sat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Bery Juana Putra kepada awak media mengatakan terkait para gengster saat ini telah mengantongi nama satu pelaku yang dicurigai merupakan salah seorang dari gengster tersebut.

“Dari keterangan saksi, telah ada satu orang yang dicurigai dari situ akan berkembang ke tersangka lain,” ujarnya kepada awak media.

Saat ini, pihak kepolisian masih memburu para pelaku gengster yang meresahkan warga di Bulukumba, khususnya satu nama yang telah dikantongi pihak aparat.

“Anggota (Kepolisian) masih dalam pencarian para pelaku. Kita upayakan ungkap secepatnya, sudah dua orang saksi kita periksa dan sementara cari saksi lain,” tandasnya.

Seperti diketahui, para gengster ini kembali berulah pada Sabtu (07/08/2019) malam kemarin di area lapangan pemuda Bulukumba. Saat itu 2 pedagang jadi korban kebrutalan gerombolan gengster tersebut.

Oleh itu, warga tetap diimbau agar hati-hati dan waspada khususnya pada malam hari, karena tak sedikit dari para gengster ini membawa senjata tajam.

Leave a Reply