Beredar Kabar Aiptu Erwin Polisi yang Dibakar Hidup-hidup Meninggal, Polisi Kecam Pelaku Penyebar Hoaks

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjenguk Ipda Erwin

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjenguk Ipda Erwin. (Tangkapan Layar Video Humas Mabes Polri)

Cianjur, PANRITA.News – Aiptu Erwin adalah salah seorang polisi Cianjur dari 4 polisi yang terbakar saat unjuk rasa di Pendopo Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/8/2019).

Belakangan, beredar kabar di media sosial bahwa Aiptu Erwin meninggal dunia.

Sejak Kamis (15/8/2019) malam, kabar tersebut tersebar berantai yang menyebutkan meninggalnya anggota polisi yang terbakar saat mengawal aksi demonstrasi mahasiswa di depan Kantor Pemkab Cianjur.

“Innalillahi wainailahi rojiun telah meninggal anggota dalmas yang di bakar adalah Babinkamtibmas kel bojongherang, semoga segala amal ibadah beliau di terima, diampuni segala dosa2nya dan dalam keadaan husnul khotimah, keluarga yang di tinggalkan di berikan kekuatan dan ketabahan, Aamiin YRA,” demikian isi pesan yang beredar di Whatsapp.

Melansir Tribun Jabar, ternyata Kabar Aiptu Erwin meninggal dunia itu tidak benar atau hoaks.

Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengecam pihak yang menyebarkan kabar Aiptu Erwin meninggal dunia.

“Kami mengecam kabar hoaks atau berita bohong tentang korban anggota Polri ini menjadi korban jiwa, ini tidak benar,” kata Trunoyudo saat ditemui di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Jumat (16/8/2019).

Sejumlah organisasi kemahasiswaan pun turut mengecam adanya kabar hoaks termasuk aksi brutal yang terjadi di Pendopo Cianjur itu.

Faktanya, Aiptu Erwin dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina. Sebelumnya, Aiptu Erwin dirawat di RS Polri Kramatjati.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjenguk Ipda Erwin
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjenguk Ipda Erwin. (Tangkapan Layar Video Humas Mabes Polri)

Kapolri Jenderal Tito Karnavian didampingi Kadiv Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal dan Karoprovost Divpropam Polri Brigjen Pol Hendro Pandowo menjenguk Aiptu Erwin.

Dalam video yang diunggah Tribun Jabar, seluruh wajah Aiptu Erwin ditutup perban. Hanya bagian mata dan mulutnya saja yang terbuka. Selain itu, badan Aiptu Erwin ditutup selimut. Kondisi Aiptu Erwin sudah melewati masa kritis.

Dalam tayangan video tersebut, Kapolri berbincang dengan seorang perempuan berkerudung. Kapolri memberikan bantuan kepada perempuan tersebut.

Selain Aiptu Erwin, ada tiga anggota polisi yang juga menderita luka bakar. Mereka adalah Bripda Yudi Muslim, Bripda F. A Simbolon, dan Bripda Anif.

Ketiganya dirawat di dua rumah sakit berbeda, yaitu di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dan RS Sartika Asih Polda Jabar.

Naik Pangkat

Aiptu Erwin Yuda, anggota Polres Cianjur yang terbakar karena terkena sambaran api dari bensin yang dilempar RS (19), dinaikan pangkatnya jadi perwira pertama Ipda.

Kenaikan pangkat itu sebagaimana tertuang dalam telegram Kapolri Nomor STR/505/VIII/Kep/2019 pada 16 Agustus 2018.

Seperti diketahui, untuk naik pangkat jadi perwira pertama, seorang polisi lulusan Bintara harus melaksanakan pendidikan di Sekolah Calon Perwira (Secapa).

Kecuali untuk polisi lulusan Akademi Kepolisian (Akpol), setelah lulus, taruna Akpol akan berdinas dengan pangkat Ipda.

Selain Aiptu Erwin, Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga menaikan pangkat Bripda Yudi Muslim, Bripda FA Simbolon, dan Bripda Anif jadi Briptu atau Brigadir Pangkat Satu.

Dalam telegram Kapolri disebutkan, masa bakti Ipda Erwin selama 20 tahun 8 bulan.

Bripda FA Simbolon 0 tahun 6 bulan, Bripda Yudi Muslim masa kerja 2 tahun 5 bulan, Bripda Anif masa kerja 3 tahun 7 bulan.

“Empat korban personel Polri berdasarkan surat keputusan Kapolri dinyatakan kenaikan pangkat luar biasa,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Polda Jabar, Jumat (16/8/2019).

Pertimbangannya, kata dia, karena keempatnya melaksanakan tugas melebihi kemampuannya.

“Pertimbangannya adanya prestasi ataupun panggilan tugas yang melebihi panggilan tugas lainya sehingga mengakibatkan jadi korban terbakar. Serta berdedikasi dan pengabdiannya terhadap masyarakat dan Polri,” ujar Trunoyudo.

Mahasiswa Berjas Merah Jadi Tersangka

Tangkapan layar video lain soal insiden polisi terbakar hidup-hidup di Cianjur saat amankan aksi demo. (Istimewa.)
Tangkapan layar video lain soal insiden polisi terbakar hidup-hidup di Cianjur saat amankan aksi demo. (Istimewa.)

Kader GMNI Cianjur berinisial RS (19) mahasiswa Universitas Surya Kencana ditetapkan tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Cianjur.

“Tersangka RS ini yang mengakibatkan empat personel Polri terbakar. RS ini yang melemparkan bahan bakar cair di plastik sehingga korban tersambar api,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Bandung, Jumat (16/8).

Penetapan tersangka RS setelah 1×24 jam sejak penangkapan. Penetapan berdasarkan pemeriksaan saksi sebanyak 31 orang, termasuk Rs, alat bukti petunjuk, dan alat bukti surat.

“Soal dari mana bahan bakar cairnya, kenapa dibawa di saat aksi sedang didalami oleh penyidik,” kata Trunoyudo.

Detik-detik pelemparan video sempat terekam. Seorang mahasiswa berjaket warna merah tampak melemparkan sesuatu ke arah kerumunan kemudian tampak seorang polisi terbakar.

“Alat buktinya jas merah, baju korban, baju para saksi termasuk tersangka, ban yang dibakar. Lalu ada alat bukti petunjuk, serta surat pemberitahuan unjukrasa,” kata Trunoyudo.(*)

Sumber: Tribun Jabar |

Video yang mungkin anda sukai:

Leave a Reply