Korban Pinjaman Online, Utang Rp5 Juta Nunggak 2 Bulan, Didenda Rp75 Juta

YI, korban pinjaman online ilegal bersama LBH Soloraya memberikan keterangan pers

YI, korban pinjaman online ilegal bersama LBH Soloraya memberikan keterangan pers di Solo, Jawa Tengah, Kamis (25/7/2019). (KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)

Solo, PANRITA.News – Pos Pengaduan Lembaga Bantuan Hukum LBH Soloraya di Solo, Jawa Tengah kembali menerima laporan korban pinjaman online (Fintech).

Dilansir Panrita News dari Kompas.com, hingga saat ini, Senin (29/7/2019), LBH Soloyara mengaku telah menangani tujuh korban dan sekian laporan masuk.

Diduga, perusahaan fintech tersebut memberi pinjaman kepada korban adalah ilegal. Sebab, bunga yang diberikan para peminjam cukup besar.

Salah satu korban yang ditangani LBH Soloraya, sebelumnya meminjam melalui aplikasi online senilai Rp5 Juta. Namun karena menunggak hingga dua bulan, ia didendanya Rp75 rupiah.

Perwakilan LBH Soloraya, Made Ridha, mengatakan, korban tersebut adalah SM, warga Solo, Jawa Tengah.

“Korban ini pinjam Rp 5 juta dalam dua bulan karena kondisinya memang benar-benar tidak ada kerjaan. Dia pinjam uang sebenarnya ingin buat modal usaha. Karena polosnya itu dari Rp 5 juta yang dipinjam dari sekian aplikasi dalam kurun waktu dua bulan jadi Rp 75 juta. Dari mulai denda, biaya perpanjangan tenor, dan bunga,” kata Made.

Made menambahkan, korban pinjaman online yang ditangani mengalami nasib yang tak jauh berbeda dengan korban SM.

Mereka mendapatkan teror dari oknun bisnis pinjaman online karena telat membayar pinjaman tersebut.

“Dari tujuh korban yang kami tangani ada tiga yang benar-benar kooperatif melanjutkan kasus yang dialaminya, YI, SM, sama AZ,” ujar dia.

Leave a Reply