Usaha Mucikari Bangkrut, Retno Tipu Tuhan

Dwi Retno ditahan di Polres Lumajang.

Dwi Retno ditahan di Polres Lumajang.

Lumajang, PANRITA.News – Dwi Retno, Wanita berusia 56 Tahun mau tidak mau harus kembali berurusan dengan kepolisian atas dugaan kasus penipuan.

Retno diserahkan ke Polres Lumajang setelah sebelumnya berusaha menipu seorang pria, warga Desa Bago Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang bernama Tuhan.

Penipuan terhadap Tuhan berawal saat keduanya bertemu di sebuah warung makan di Pantai Selatan Lumajang. Dari pertemuan itu, keduanya tiba-tiba saja akrab.

Retno yang saat itu sedang membawa uang banyak, mengajak Tuhan jalan-jalan. Agar kemauannya dipenuhi Tuhan, Retno janji akan memberikan uang Rp 5 Juta untuk 4 hari. Tanpa pikir panjang, Tuhan pun mengikutinya.

Bahkan, Retno mengaku sebagai pengusaha tambang dan mempunyai uang simpanan Rp 115 Miliar di Bank. Jika sudah cair, Rp 5 Miliarnya akan diberikan pada Tuhan jika pria Lumajang ini siap menikahinya.

Untuk meyakinkan Tuhan, di hari pertama, Retno menunjukkan jiwa sosialnya kepada siapa saja yang ia temui. Ia membeli rokok, makanan untuk orang lain yang dia temui.

Hingga akhirnya isi dompetnya menipis, Retno meminjam uang milik Tuhan. Pertama Rp 900 ribu, kedua Rp 1 Juta.

Kecurigaan Tuhan mulai muncul saat retno berpura-pura menelpon untuk menagih uang. Retno ngobrol panjang lebar, padahal HP yang digunakannya ketahuan dalam kondisi mati.

Kasat Reskrim Polres Lumajang yang juga merupakan Katim Cobra Polres Lumajang, AKP Hasran Cobra menuturkan pelaku dijerat pasal 378 KUHP.

“Sejauh ini pelaku telah terjerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman maksimal empat tahun kurungan penjara. Namun demikian masih ada kemungkinan ia terjerat pasal lain karena pihak kami juga masih mendalami kasus ini,” tegas Hasran, Sabtu (29/6/2019).

Saat diintrogasi, tersangka juga mengaku pernah dipenjara di wilayah Jawa barat atas kasus yang sama.

Dalam pengakuannya, saat itu ia menipu sebanyak dua kali, masing-masing sebesar 6 juta Rupiah dan 10 juta Rupiah.

Retno mengaku sebelum ke jawa Timur, ia bekerja sebagai mucikari di Kota Sampit, Kalimantan.

Di sana, ia memiliki 10 orang perempuan yang ia pekerjakan sebagai pemandu karaoke.

Namun karena tempatnya bangkrut, sehingga dia memutuskan untuk kembali ke Jawa Timur.

Tinggalkan Komentar