Fahri Hamzah: Ini Waktunya Prabowo Ungkap Kejadian Masa Lalu Terkait Tim Mawar

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah (Foto: Helmi Afandi/kumparan)

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah (Foto: Helmi Afandi/kumparan)

Makassar, PANRITA.News – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyarankan Calon Presiden (Capres), Prabowo Subianto meluruskan sejumlah tuduhan terkait masa lalu, termasuk soal Tim Mawar.

Fahri menilai itu merupakan pekerjaan rumah bagi capres nomor urut 02 tersebut, terlebih menjelang sidang gugatan Pilpres 2019 di MK.

“Kalau saya jadi Pak Prabowo, ini waktunya bicara. Sudah cukup 21 tahun diam soal-soal yang dituduhkan kepadanya. Undang media, buka semua kejadian di masa lalu, agar publik mendapat pencerahan dari prinsip liput kedua sisi (cover both side). Ini PR Pak Prabowo,” ungkap Fahri melalui akun Instagramnya @fahrihamzah Rabu (12/6/2019).

“Sebab, kisah Tim Mawar yang kembali diangkat oleh media menjelang sidang MK itu membuat publik tidak dapat membaca semua sisi dari Prabowo, padahal beliau figur yang penting dan menentukan perjalanan bangsa ke depan. Sebaiknya dibuka sekarang. Undang seluruh media dalam dan luar,” imbuh Fahri.

Fahri Hamzah menyebut para saksi kejadian masa lalu juga boleh memberikan keterangan. Namun, yang terpenting, Fahri menegaskan Prabowo harus berbicara.

“Buat orang-orang yang dekat dengan Prabowo, termasuk yang dianggap menjadi korban, seperti Andi Arief, Pius, Desmond, dll yang masih hidup dapat ikut memberi keterangan. Tapi, publik perlu mendengar langsung dari Prabowo yang mendapat fitnah paling banyak. Menurut saya, ini waktunya,” jelasnya.

Politikus asal NTB itu menganggap Prabowo telah menunaikan tugas mulia andai berbicara tentang kejadian sebenarnya di masa lalu. Dia ingin bangsa ini punya sejarah yang jelas.

“Jika terlalu banyak misteri yang tersimpan dari masa lalu, beban bangsa ini makin banyak. Maka adalah tugas mulia Pak Prabowo untuk mengurangi beban bagi generasi yang akan datang. Biar sejarah kita lebih bersih. Biar sejarah TNI lebih terang. Ini semua demi bangsa,” tuturnya.

Fahri Hamzah juga menyinggung soal rencana Prabowo menerbitkan buku, meski dia tak menjelaskan buku apa yang dimaksud. Numin, dirinya meminta Prabowo menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya, terkait kejadian masa lalu.

“Saya mendengar, berkali buku Pak Prabowo mau diterbitkan tetapi tidak jadi. Beliau menganggap ‘dia telan semua salah lembaga’. Menurut saya, itu tidak fair. Bukan saja untuk Pak Prabowo, tapi bagi sejarah bangsa kita. Bagi generasi mendatang. Kita sudah makin dewasa kok sekarang,” sebut dia.

Sekali lagi, Fahri menekangkan agar publik mengetahui perkara sebenarnya.

“Kalau saya jadi Pak Prabowo maka saya akan ceritakan semua yang terjadi. Termasuk menyebut nama-nama yang ada dan harus dijelaskan. Biarlah publik yang menilai. Tidak peduli ada pengadilan baru. Karena yang penting adalah bicara satu sisi yang belum pernah dikatakan. Itu saja,” tutup Fahri.

Tinggalkan Komentar