Makassar, PANRITA.News – Pengawasan cukai hasil tembakau Sulsel semakin dimaksimalkan. Koordinasi lanjutan pun dilakukan Bea Cukai Sulbagsel dengan dengan Pemprov Sulsel.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Padmoyo Tri Wikanto didampingi Kepala Bidang Kepatuhan Internal Kanwil Sulbangsel, Syamsul Bahri menemui Gubernur Sulsel di Baruga Lounge Kantor Gubernur, Jumat(15/2).
Gubernur HM Nurdin Abdullah menerima hangat kunjungan ini dan membahas terkait peningkatan potensi pengembangan industri dan pengawasan hasil tembakau rokok.
“Jadi kami memohon bantuan kepada beliau untuk bisa berkoordinasi lebih intesif dalam hal pengembangan industri hasil tembakau rokok,” kata Padmoyo.
Dalam pertemuan ini juga dibahas terkait produksi tembakau di Cabbenge, Kabupaten Soppeng. Termasuk upaya peningkatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Soppeng dan Parepare.
“Terutama di Soppeng serta Parepare ini perlu kita tingkatkan industri ini,” jelasnya.
Tekan Perdagangan Rokok Ilegal di Sulsel
Selain itu dibahas pula upaya menekan perdagangan ilegal rokok yang cukup tinggi di Sulsel. Seperti diketahui, rokok ilegal ini datang dari Pulau Jawa dan menjadikan Sulsel sebagai pasarnya, padahal Sulsel punya industrinya.
Dengan difasilitasi oleh Gubernur, rencananya sejumlah Walikota dan Bupati akan hadir dalam kegiatan Parepare Fair guna melakukan koordinasi, yang bertepatan dengan Hari Jadi Kota Parepare 18 Februari mendatang. Parepare sendiri menyumbang penerimaan cukai setahun mencapai Rp.20 Miliar.
“Mudah-mudahan gayung bersambut, nanti kita bikin cluster industri di sana dan dia lebih patuh, perizinan lebih mudah dan ini potensi cukainya kembali ke daerah,” jelasnya.
Dijadwalkan Nurdin akan menghadiri dan membuka secara langsung kegiatan tersebut di sela-sela kunjunganya pada HUT Parepare dan Sidrap.
“Saya akan fasilitasi pertemuan ini dengan kepala daerah,” janji Nurdin Abdullah.
Selain itu, Nurdin juga mengaku mendukung pengembangan Cabbenge, karena daerah ini terkenal sebagai penghasil tembakau.
“Cabbenge terkenal sebagai penghasil tembakau,” ungkapnya.
Ikut hadir dalam pertemuan tersebut Walikota Palopo, Judas Amir. Palopo sendiri digadang-gadang memanfaatkan pelabuhannya sebagai pelabuhan ekspor. Sehingga daerah dari utara tidak lagi ke Makassar.
“Bandara Bua sesuai perintah Presiden akan dijadikan hub untuk timur (Indonesia). Tidak menutup kemungkinan menjadi bandara internasional. Karena Palopo ini kota jasa,” papar Nurdin. (*)

Comment