Profesor Minhajuddin Tutup Usia, UIN Alauddin Berduka

Makassar, PANRITA.News – Salah satu guru besar UIN Alauddin yang juga pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, Prof Dr H Minhajuddin MA, tutup usia. Ia wafat sekitar pukul 21.00 Wita, Minggu (10/2/2019) malam.

Prof Minhajuddin sebelumnya telah lama menjalani perawatan di RS Pelamonia akibat penyakit yang dideritanya. Almarhum saat ini disemayamkan di rumah duka di Jl Mannuruki 2 Lorong 2A dekat pekuburan Mannuruki 2, dan akan dishalatkan di masjid Kampus UIN Alauddin. 

Kepergian Prof Minhajuddin meninggalkan duka dikalangan civitas UIN Alauddin Makassar dan anak didiknya. Salah satunya Wakil Bidang Kemahasiswaan UIN Alauddin Makassar Prof St Aisyah. Ia mengatakan, sebagai murid dari Prof Dr H Minhajuddin MA, Ia adalah sosok yg sangat memperhatikan mahasiswa terutama dalam penguasaan bahasa Arab dan Inggris.

“Kami merasakan kehilangan sosok ilmuwan yg luar biasa,” ungkap Prof St Aisyah via WhatsAppnya, Senin (11/2/2019).

Selain itu, Lanjut Prof St Aisyah, Prof Minhajuddin juga sering memberi motivasi mahasiswa dalam segala hal. Almarhum memberi akses mahasiswa semester 7 atau 8 untuk mengajar Praktikum Membaca Kitab. Selain itu, Ia juga memiliki ilmu yang luas terutama Hukum Islam. 

“Beliau juga yg memotivasi saya untuk bisa berpidato dan ada termnya  perempuan harus bisa dan berani” kenangnya.

Selain Prof St Aisyah, duka mendalam juga disampaikan oleh Dr Mohd Sabri AR melalui tulisannya berjudul Mahaguruku yang Mulia telah Berangkat. 

Dr Mohd Sabri AR mengenang Prof Minhajuddin salah satu dosen Ushul Fiqh yang paling cemerlang sejauh keberadaan UIN Alauddin Makassar.

Ketekunan mendidik, kedalaman visun filosofis, dan kekayaan amsal dalam memantik kegairahan intelektual mahasiswa-mahasiswanya dalam kelas-kelas yang dibinanya, merupakan pertautan harmoni yang memungkinkan tradisi pemikiran Hukum Islam tumbuh subur pada Fakultas Syariah yang dipimpinnya dua periode” tulis Dr Sabri yang juga Direktur Pengkajian Materi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Lebih lanjut, Dr Mohd Sabri menuliskan, Kini, kecemerlangan ilmu dan hikmah yang dipantulkannya menumbuh pada sejumlah muridnya yang tercerahkan, seperti Prof Darussalam, Prof Usman Jafar, Prof Ahmad Abubakar, Prof Aisyah Kara, Prof Kasjim P Salenda, untuk sekadar menyebut beberapa di antaranya.

“Saya amat bersyukur, pernah tersentuh nafas kearifan dan keluas-dalaman ilmunya. Saya menyauk air hikmah dari telaga cahaya keilmuannya yang tak terperi,” tutur Dr. Sabri AR.

Leave a Reply