Said Aqil Minta Imam Hingga Khatib Harus NU, Komisi VIII DPR: Katanya Pluralis?

Jakarta, PANRITA.News – Komisi VIII DPR menanggapi, pernyataan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj soal imam masjid hingga khatib harus dari NU. Seperti yang diketahui, Komisi VIII yang membidangi urusan agama.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII dari Fraksi Gerindra, Sodik Mujahid. Ia mempertanyakan kondisi Said Aqil saat menyampaikan pernyataan kontroversial itu.

“Tolong tanyakan Pak Aqil sehat jiwa dan raganya? Barangkali dia sedang kurang sehat jiwa-raganya sehingga bicara begitu,” kata Sodik kepada wartawan, Senin (28/1/2019).

Ia heran pernyataan itu bisa terlontar dari Said Aqil. Sebab, menurut Sodik, Said Aqil dikenal sebagai tokoh pluralis.

“Pak Aqil katanya selama ini dikenal aktivis pluralis. Untuk keragaman suku, adat, dan agama. Tapi super-aneh, untuk sesama umat, yakni ngurus masjid, jadi imam, khatib, dan KUA, dia tidak pluralis, semua harus NU,” ujarnya.

Sodik pun khawatir pernyataan Said Aqil membuat masyarakat antipati terhadap NU. Namun lebihb lanjut, Komisi VIII tidak akan memanggil Said Aqil.

“Komisi VIII rasanya tidak perlu memanggil dia. Itu oleh MUI atau oleh Menag,” tutur Sodik.

Sebelumnya, Said Aqil ingin para kader NU berperan di segala bidang. Pernyataan tersebut disampaikan Said Aqil di tengah-tengah massa acara harlah ke-73 Muslimat NU di Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (27/1).

“Agar berperan di tengah-tengah masyarakat. Peran apa? Peran syuhudan diniyan, peran agama. Harus kita pegang. Imam masjid, khatib-khatib, KUA-KUA, Pak Menteri Agama, harus dari NU, kalau dipegang selain NU salah semua,” ujar Said Aqil disambut tepuk tangan Muslimat NU yang hadir.

Said mengatakan selama ini kader NU memang telah berperan banyak di tengah masyarakat. Namun ada satu peran yang belum dilakukan, yakni syuhudan syiayahatau peran politik. 

“Peran ekonomi, peran kesejahteraan, peran kesehatan, peran sosial, peran masyarakat. Muslimat sudah berperan. Koperasi-koperasi, bisnis perdagangan, yang belum satu, syuhudan syiayah, peran politik. Maka tahun 2019 harus menang. Supaya NU berperan syuhudan syiayah,” tuturnya. 

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini menjelaskan mengenai maksud pernyataan Said Aqil tersebut. Menurut Helmy, itu hanya disampaikan dalam konteks internal. 

“Yang disampaikan Pak Said itu kan di internal acara NU, jadi kepada para kader NU, kalian semua harus menguasai urusan-urusan yang masalah agama,” kata Helmy, Minggu (27/1/2019). 

“Karena kalau tidak diserahkan kepada ahlinya, ya, salah semua. Suruh ngimamin salat, makhrajnya apanya tidak beres. Sudahlah kalian kader NU, kalau tidak NU salah semua, pernyataan itu untuk memompa para kader NU. Itu hal yang biasa,” jelasnya.

Leave a Reply