Lena Maryana: Bila Benar ‘Kerja Paksa’ di Taiwan Terjadi, Ini Modus Baru TPPO

Jakarta, PANRITA.News – Kabar mengenai adanya dugaan ratusan mahasiswa asal Indonesia di Taiwan yang ‘kerja paksa’ di sejumlah pabrik setempat harus disikapi secara serius.

Hal itu diungkapkan oleh Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), Lena Maryana, Kamis (3/1/2019). Lena meminta Pemerintah segera mencari tahu kebenaran peristiwa tersebut.

“Kabar itu harus secepatnya dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait,” kata Lena.

Urgensi untuk memperjelas peristiwa ini berkaitan dengan modus baru Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Sebab, menurut Lena, bila benar peristiwa ini terjadi, semua pihak harus mewaspadai modus ini sebelum menjalin kerjasama pendidikan di luar negeri.

“Kerja paksa dengan iming-iming beasiswa itu merupakan modus baru TPPO, jika benar terjadi,” ujarnya.

Selama ini, menurut Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, modus TPPO umumnya berupa migrasi tenaga kerja, iming-iming bekerja di pabrik atau di toko dengan gaji besar.

Dan bila peristiwa ‘kerja paksa’ di Taiwan itu terjadi, ini menunjukkan bahwa TPPO juga dapat terjadi dengan modus beasiswa pendidikan, di mana modus ini belum sepenuhnya disadari oleh pihak yang mempunyai peran dan fungsi terkait pencegahan TPPO.

Munculnya kabar mengenai peristiwa ini menunjukkan fakta bahwa minat Warga Negara Indonesia (WNI) untuk mengakses pendidikan di luar negeri cukup tinggi.

“Sehingga boleh jadi, minat yang tinggi tersebut malah menjadi salah satu peluang terjadinya TPPO dengan modus iming-iming beasiswa,” katanya.

Sebelumnya, diberitakan ratusan mahasiswa asal Indonesia diduga menjadi korban ‘kerja paksa’ di sejumlah pabrik di Taiwan oleh pihak universitas tempat mereka berkuliah.

Diduga mereka yang mendapatkan iming-iming beasiswa hanya berkuliah pada Kamis dan Jumat setiap pekan. Sedangkan pada Senin sampai Rabu, mereka bekerja di pabrik dari pukul 07.30 pagi hingga 19.30 malam.

Leave a Reply