BMKG Ingatkan Mewaspadai Gelombang Tinggi 4-6 Meter di Wilayah ini

Jakarta, PANRITA.News – Peringatan dini terkait adanya gelombang tinggi yang dapat mencapai 4-6 meter di beberapa wilayah Indonesia dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dalam rilis resmi yang seperti dilansir Kompas, Ketinggian gelombang 4-6 meter tersebut berpeluang terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Laut Natuna Utara, dan Perairan Utara Kepulauan Natuna.

Hal tersebut disebutkan karena terdapat pola tekanan rendah 1002 hPa, 1003 hPa, dan 1007 hPa di Samudera Pasifik timur Filiphina, Laut Arafuru bagian barat dan Laut China Selatan.

Selain itu, pola angin di wilayah Indonesia secara umum bergerak dari arah barat daya-barat laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda, Perairan Kepulauan Seribu, Laut Jawa, Laut Sulawesi, Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, dan Laut Flores.

Beberapa kondisi di atas yang mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di beberapa wilayah. Peringatan dini gelombang tinggi ini berlaku hingga 31 Desember 2018 pukul 07.00 WIB.

Sementara, tinggi gelombang 2,5 meter hingga 4 meter berpeluang terjadi di beberapa wilayah berikut ini:

1. Selat Sunda bagian Selatan
2. Perairan selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumbawa
3. Selat Bali-Selat Lombok- Selat Alas bagian selatan.
4. Samudera Hindia selatan Banten
5. Samudera Hindia selatan Bali hingga Nusa Tenggara Barat
6. Perairan Kepulauan Anambas dan selatan Kepulauan Natuna
7. Laut Jawa
8. Perairan utara Kepulauan Kangean
9. Perairan Kepulauan Sangihe – Talaud
10. Perairan Manado – Bitung
11. Laut Sulawesi bagian tengah hingga timur
12. Laut Maluku
13. Perairan Utara Kepulauan Halmahera
14. Samudera Pasifik, utara Halmahera hingga Papua Barat

BMKG juga memberikan peringatan dini tinggi gelombang 1,25 meter hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di beberapa daerah berikut:

1. Perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai
2. Perairan Enggang-Bengkulu
3. Perairan Barat Lampung
4. Samudera Hindia Barat Pulau Sumatera
5. Perairan Selatan Pulau Sumba
6. Laut Sawu
7. Perairan Selatan Pulau Rotte-Kupang
8. Selat Sape bagian selatan
9. Selat Sumba bagian barat
10. Selat Ombai
11. Laut Timor Selatan Nusa Tenggara Timur
12. Samudera Hindia Selatan Nusa Tenggara Timur
13. Laut Natuna
14. Perairan Timur Pulau Bintan hingga Lingga
15. Selat Karimata dan Gelasa
16. Selat Sunda bagian Utara
17. Perairan Kalimantan Barat
18. Perairan selatan Kalimantan
19. Perairan Kotabaru
20. Perairan utara Pulau Jawa
21. Perairan barat Sulawesi Selatan
22. Perairan Kepulauan Selayar-Sabalana
23. Laut Flores dan Laut Banda
24. Perairan Kepulauan Baubau-Wakatobi
25. Teluk Bone bagian selatan
26. Perairan Kepulauan Leti hingga Tanimbar
27. Perairan Kepulauan Kei-Aru
28. Laut Arafuru dan Laut Seram
29. Selat Makassar
30. Laut Sulawesi bagian barat
31. Perairan utara dan selatan Sulawesi Utara
32. Teluk Tomini
33. Perairan barat dan timur Kepulauan Halmahera
34. Perairan utara Papua Barat hingga Papua
35. Samudera Pasifik utara Papua.

BMKG mengimbau masyarakat untuk memerhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran pada beberapa moda transportasi laut, seperti:

Perahu nelayan untuk mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
Kapal tongkang untuk mewaspadai kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.
Kapal Ferry untuk mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.
Kapal ukuran besar (kapal kargo atau kapal pesiar), untuk mewaspadai kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.

Sumber: Kompas |

Leave a Reply