Bantaeng, PANRITA.News – Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi sentra baru komoditas bawang putih untuk mewujudkan target swasembada bawang putih pada 2021.
Kabupaten Bantaeng memiliki potensi lahan yang sangat prospektif untuk budidaya bawang putih. Tahun ini, Bantaeng mendapatkan alokasi bawang putih seluas 50 hektar (ha). Alokasi saat ini, produksinya diperuntukkan untuk menjadi benih.
Hal itu disampaikan Kepala Sub Direktorat Bawang Merah dan Sayuran Umbi Kemtan, Agung Sunusi melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (22/12/2018).
“Bila kami hitung, setiap hektar bisa menghasilkan 3 ton berarti pada 2018 ketersediaan benih bawang putih sebanyak 150 ton sehingga pada 2019, minimal akan dialokasikan sebesar 100 hektar dengan sumber benih dari Bantaeng,” kata Agung dalam laman beritasatu.com, Sabtu (22/12/2018).
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Bantaeng, Maemunah menyebutkan, potensi pengembangan bawang putih Bantaeng mencapai 2.500 ha. Tersebar di 3 kecamatan yaitu Uluere, Sinoa dan Ermes dengan ketinggian 800-1.200 mdpl.
Ia memaparkan, saat ini sudah ada importir yang bekerja sama dengan kelompok tani untuk pengembangan bawang putih sebagai bagian dari implementasi wajib tanam bawang putih 5 persen dari rencana tanam seluas 50 ha.

Comment