Soal Kasus Kemah Pemuda, BPK Telusuri Administrasi di Kemenpora

Jakarta, PANRITA.News – Sesuai dengan permintaan pihak kepolisian, terkait kasus dugaan penyimpangan dana Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) meneliti administrasi di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Sekarang sedang meneliti administrasi di Kemenpora. Sumber dana itu adalah belanja barang, sehingga sasaran auditnya di Kemenpora,” kata anggota BPK, Achsanul Qosasi, dalam laman detikcom, Selasa (18/12/2018).

Achsanul sebelumnya mengatakan, BPK tidak bisa memeriksa anggaran Kemenpora secara terpisah. Menurut dia, pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk dana hibah yang diberikan kepada GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah.

“Iya, pasti (memeriksa dana hibah yang diberikan Kemenpora ke GP Ansor), karena itu berasal dari mata anggaran yang sama. Nggak mungkin pisah-pisah. Karena mata anggaran berasal dari satu pos (rekening) yang sama. Kegiatannya juga sama,” ujar Achsanul saat, Rabu (5/12/2018).

Polisi meningkatkan kasus ini ke tingkat penyidikan karena diduga ada mark-up data keuangan di LPJ yang dibuat oleh Pemuda Muhammadiyah. Polisi menyebut dugaan penyimpangan ini baru ditemukan di LPJ Pemuda Muhammadiyah, sedangkan LPJ GP Ansor tak ditemukan penyimpangan.

Sebelumnya, Pemuda Muhammadiyah juga sempat mengembalikan uang senilai Rp 2 miliar kepada Kemenpora. Namun pihak Kemenpora mengembalikan cek Rp 2 miliar itu dengan alasan tak ditemukan permasalahan dalam kegiatan kemah pemuda berdasarkan LHP BPK.

Sejumlah saksi sudah diperiksa dalam kasus tersebut di antaranya mantan Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, ketua panitia kegiatan dari Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani, pihak GP Ansor dan unsur Kemenpora.

Tinggalkan Komentar